REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Perkembangan teknologi digital terus membawa perubahan signifikan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk cara manusia berinteraksi dengan perangkat di sekitarnya.
Salah satu inovasi yang berkembang pesat adalah Internet of Things (IoT), yang memungkinkan berbagai perangkat terhubung dan saling bertukar data secara otomatis melalui jaringan internet.
Di balik penerapan Internet of Things, Teknologi Informasi memegang peran penting sebagai fondasi yang memastikan sistem dapat berjalan secara terintegrasi, aman, dan efisien.
Peran strategis ini menjadikan Teknologi Informasi tidak hanya relevan dalam dunia akademik, tetapi juga krusial dalam mendukung transformasi digital di berbagai sektor industri.
Internet of Things dalam Kehidupan Modern
Internet of Things (IoT) memungkinkan berbagai perangkat saling terhubung untuk mengirim, menerima, dan mengolah data tanpa perlu dikendalikan secara manual. Tanpa disadari, banyak teknologi di sekitar kita sudah “berkomunikasi” satu sama lain untuk mempermudah aktivitas sehari-hari.
Penerapannya dapat ditemukan pada sistem smart home yang dikontrol melalui ponsel, perangkat wearable seperti smartwatch yang memantau kesehatan secara real-time, hingga sistem transportasi berbasis sensor yang membantu mengatur lalu lintas.
Kehadiran IoT membuat berbagai proses menjadi lebih praktis, efisien, dan terintegrasi dalam kehidupan modern.
Semua inovasi tersebut tentu tidak berjalan sendiri. Di baliknya, terdapat peran besar Teknologi Informasi yang memastikan setiap sistem dapat bekerja secara stabil dan saling terhubung.
Peran Strategis Teknologi Informasi dalam Sistem IoT
Teknologi Informasi berperan sebagai pengelola jaringan sekaligus pengolah data dalam ekosistem IoT. Sistem ini memastikan perangkat dapat saling berkomunikasi secara real-time serta mampu mentransmisikan informasi dengan akurat.
Data yang dihasilkan perangkat IoT kemudian disimpan dan dianalisis untuk menghasilkan informasi yang bernilai. Proses ini memungkinkan berbagai sistem berjalan lebih efektif, mulai dari pemantauan kesehatan, pengelolaan energi, hingga optimalisasi operasional di berbagai sektor industri.
Aspek keamanan juga bagian penting dalam peran Teknologi Informasi. Semakin banyak perangkat yang terhubung, semakin besar pula potensi risiko gangguan jaringan maupun kebocoran data. Karena itu, pengelolaan keamanan siber menjadi kunci dalam menjaga keandalan serta kepercayaan terhadap sistem IoT.
Tantangan dan Kesiapan Menghadapi Era IoT
Meski menawarkan banyak kemudahan, perkembangan IoT tetap menghadirkan tantangan, terutama terkait keamanan data, kesiapan infrastruktur, dan kompetensi sumber daya manusia. Dukungan sistem yang kuat serta kemampuan teknis yang mumpuni menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan penerapan IoT di berbagai sektor.
Mahasiswa yang menekuni bidang Teknologi Informasi perlu terus mengembangkan kompetensi, mulai dari pemahaman jaringan, analisis data, hingga keamanan siber. Kesiapan tersebut tidak hanya relevan dalam konteks akademik, juga menjadi bekal penting untuk menghadapi kebutuhan industri digital yang terus berkembang.
Sejalan dengan perkembangan tersebut, Program Studi Teknologi Informasi Cyber University berkomitmen menjadi pusat pengembangan kompetensi digital yang adaptif terhadap kebutuhan era IoT.
Melalui kurikulum berbasis praktik, kolaborasi dengan industri, serta penguatan riset terapan di bidang sistem cerdas, data analytics, dan keamanan siber, mahasiswa didorong untuk tidak hanya memahami konsep, tetapi juga mampu merancang solusi IoT yang inovatif dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Sebagai The First Fintech University in Indonesia, Cyber University terus memperkuat posisinya dalam mencetak lulusan yang siap berkontribusi dalam transformasi digital nasional.
Pendekatan ini membuka peluang besar bagi mahasiswa untuk terlibat aktif dalam pengembangan teknologi yang berdampak nyata serta membangun sistem yang aman, efisien, dan berkelanjutan.

4 hours ago
6















































