REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Sebagai bagian dari Subholding Gas Pertamina, PT Pertamina Gas (“Pertagas”) bersama anak usahanya PT Pertagas Niaga (“PTGN”) menyalurkan energi bersih di kawasan industri nasional melalui pengaliran gas bumi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei, Sumatra Utara.
Pertagas berperan sebagai yang membangun fasilitas dan infrastruktur pipa extension KEK Sei Mangkei, kemudian PTGN melaksanakan niaga gas bumi kepada pelanggan industri.
PTGN mendistribusikan gas bumi kepada PT Evyap Sabun Indonesia (“ESI”) sejak Januari 2026 dengan kenaikan volume secara bertahap hingga mencapai 3.800 MMBTUD. Adapun pelanggan ini merupakan salah satu perusahaan di Indonesia yang bergerak pada bidang sektor industri oleochemical.
President Director PTGN, Toto Yulianto, menyampaikan bahwa penyaluran gas bumi ke KEK Sei Mangkei merupakan wujud komitmen perusahaan dalam memperluas pemanfaatan gas bumi di sektor industri nasional.
Ia berharap, penyaluran gas bumi di KEK Sei Mangkei dapat meningkatkan keandalan pasokan energi di kawasan industri strategis nasional sekaligus memperkuat daya saing industri hilir berbasis kimia dan oleochemical di Indonesia.
Keberhasilan pengaliran ini merupakan wujud komitmen PTGN dalam mendukung Pemerintah untuk menyediakan energi gas bumi yang andal, aman, dan berkelanjutan bagi pelaku industri. Kami percaya pemanfaatan gas bumi akan membantu sektor industri oleochemical bertumbuh dan mendapat efisiensi operasional serta sekaligus mendukung target dekarbonisasi industri nasional,” ujar Toto.
Lebih lanjut, Toto menegaskan bahwa PTGN dan Pertagas akan terus berperan aktif dalam menjalin kerja sama strategis dengan berbagai industri dalam negeri untuk menyediakan layanan gas bumi sebagai energi transisi yang bersih dan ramah lingkungan.
Corporate Secretary PT Pertamina Gas, Sulthani Adil Mangatur, menjelaskan bahwa Pertagas telah mengoperasikan pipa gas Arun–Belawan yang menjadi tulang punggung penyaluran gas bumi ke KEK Sei Mangkei. Untuk memenuhi kebutuhan industri yang terus berkembang di kawasan tersebut, Pertagas membangun pipa extension KEK Sei Mangkei sebagai penguatan dan menjawab kebutuhan perluasan infrastruktur gas bumi.
“Melalui pengembangan dan pengoperasian infrastruktur pipa gas ini, Pertagas mendukung komitmen Pertamina dalam memperkuat infrastruktur gas bumi nasional, mendorong transisi energi, serta membangun ketahanan energi nasional,” ujar Sulthani.
Pemanfaatan gas bumi sebagai sumber energi yang bersih diharapkan dapat membantu upaya Pemerintah untuk menekan emisi karbon, meningkatkan efisiensi biaya produksi sektor industri, serta mendukung pencapaian target net zero emission, lanjut Sulthani.
Adapun sepanjang tahun 2025, Pertagas telah mencatatkan kinerja transportasi gas yang solid dengan volume transmisi melampaui 1.500 MMSCFD, atau tumbuh sekitar 4 persen dibandingkan tahun 2024.
Pertagas optimis dapat memberikan komitmennya mendukung swasembada energi nasional dengan mengoptimalkan dan membangun infrastruktur energi terintegrasi untuk menyalurkan energi gas bumi yang aman, andal dan berkelanjutan di Indonesia.

2 hours ago
2















































