Petani memanen kentang di perladangan kawasan dataran tinggi Dieng Desa Bakal, Batur, Banjarnegara, Jawa Tengah, Ahad (8/3/2026). Curah hujan tinggi dan angin kencang menyebabkan hasil panen kentang menurun hingga 50 persen dibanding pada waktu musim kemarau yaitu dari 15 ton per hektare menjadi 7-8 ton per hektare, saat ini harga kentang berkisar Rp10 ribu-Rp11 ribu per kilogram. (FOTO : ANTARA FOTO/Anis Efizudin)
Petani memanen kentang di perladangan kawasan dataran tinggi Dieng Desa Bakal, Batur, Banjarnegara, Jawa Tengah, Ahad (8/3/2026). Curah hujan tinggi dan angin kencang menyebabkan hasil panen kentang menurun hingga 50 persen dibanding pada waktu musim kemarau yaitu dari 15 ton per hektare menjadi 7-8 ton per hektare, saat ini harga kentang berkisar Rp10 ribu-Rp11 ribu per kilogram. (FOTO : ANTARA FOTO/Anis Efizudin)
Petani memanen kentang di perladangan kawasan dataran tinggi Dieng Desa Bakal, Batur, Banjarnegara, Jawa Tengah, Ahad (8/3/2026). Curah hujan tinggi dan angin kencang menyebabkan hasil panen kentang menurun hingga 50 persen dibanding pada waktu musim kemarau yaitu dari 15 ton per hektare menjadi 7-8 ton per hektare, saat ini harga kentang berkisar Rp10 ribu-Rp11 ribu per kilogram. (FOTO : ANTARA FOTO/Anis Efizudin)
REPUBLIKA.CO.ID, BANJARNEGARA -- Petani memanen kentang di perladangan kawasan dataran tinggi Dieng Desa Bakal, Batur, Banjarnegara, Jawa Tengah, Ahad (8/3/2026).
Curah hujan tinggi dan angin kencang menyebabkan hasil panen kentang menurun hingga 50 persen dibanding pada waktu musim kemarau yaitu dari 15 ton per hektare menjadi 7-8 ton per hektare, saat ini harga kentang berkisar Rp10 ribu-Rp11 ribu per kilogram.
sumber : Antara Foto

15 hours ago
12















































