REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ekonom Piter Abdullah menilai wacana perombakan jajaran direksi bank milik negara belum menjadi kebutuhan mendesak. Stabilitas tata kelola dan kesinambungan strategi justru lebih krusial agar bank BUMN optimal menjalankan mandatnya sebagai pengelola dana publik sekaligus penopang pembangunan nasional.
Piter menekankan, bank bukan institusi yang bertugas mengeksekusi kebijakan publik secara langsung seperti kementerian. Bank adalah lembaga intermediasi yang harus menjaga kepercayaan masyarakat melalui pengelolaan dana secara prudent.
“Selama fungsi utama perbankan dijalankan dengan baik, yaitu mengelola dana masyarakat secara prudent dan menjaga kualitas aset, stabilitas justru perlu menjadi prioritas,” ujar Piter dalam pesan singkatnya, dikutip Kamis (5/2/2026).
Pandangan senada disampaikan Direktur Eksekutif CELIOS Bhima Yudhistira. Intervensi berlebihan terhadap tata kelola bank BUMN berisiko mengganggu stabilitas sektor keuangan jika tidak didukung manajemen risiko dan kualitas kredit yang memadai.
“Dorongan terhadap program prioritas perlu tetap dijalankan dalam kerangka kehati-hatian. Jika tidak, risiko kredit dan tekanan terhadap stabilitas sistem keuangan bisa meningkat,” katanya.
Bhima menambahkan, bank BUMN sudah berperan besar bagi UMKM dan rakyat kecil melalui kredit murah seperti KUR. Kontribusi ini menunjukkan bank-bank negara telah menjalankan fungsi intermediasi dengan baik.
Bukti kinerja solid terlihat dari sejumlah bank BUMN. BTN, misalnya, menjadi penyalur terbesar KPR Sejahtera FLPP di Program 3 Juta Rumah. Hingga 22 Desember 2025, BTN menyalurkan 128.608 unit rumah subsidi atau 46,7 persen dari total nasional 270.985 unit.
BNI juga menunjukkan ketahanan melalui transformasi digital dan bisnis berkelanjutan. Bank ini mendukung sektor strategis seperti pendidikan, kesehatan, ketahanan pangan, serta ekonomi desa lewat pembiayaan terarah, digitalisasi, dan program seperti Makan Bergizi Gratis, Sekolah Rakyat, serta KPR FLPP.
Kemudian, Bank Mandiri juga fokus mengembangkan ekosistem UMKM kreatif dengan penyediaan modal, pendampingan, dan keuangan digital untuk meningkatkan daya saing pelaku usaha lokal. Sementara BRI melalui Klasterku Hidupku memberdayakan UMKM sektor produksi agar naik kelas dan menjadi tulang punggung ekonomi daerah.
Kontribusi besar ini memperkuat posisi bank BUMN sebagai infrastruktur ekonomi nasional yang menjaga stabilitas keuangan sekaligus akselerator pembangunan berkelanjutan. Karena itu, menjaga kesinambungan strategi dan tata kelola yang kuat dinilai lebih penting daripada perombakan direksi yang berpotensi mengganggu kepercayaan publik dan pasar.

2 hours ago
4














































