PT Permodalan Nasional Madani (PNM) menanam 27 ribu pohon di berbagai daerah sebagai upaya mendukung lingkungan yang lebih sehat bagi masyarakat.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Permodalan Nasional Madani (PNM) menanam 27 ribu pohon di berbagai daerah sebagai upaya mendukung lingkungan yang lebih sehat bagi masyarakat. Program tersebut dilakukan melalui 58 cabang PNM di seluruh Indonesia dengan masing-masing cabang menanam sedikitnya 500 bibit pohon.
Direktur Utama PNM Kindaris mengatakan, penanaman pohon menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam memperluas pemberdayaan masyarakat, tidak hanya melalui akses permodalan dan pendampingan usaha, tetapi juga melalui pelestarian lingkungan.
“Secara keseluruhan 27 ribu pohon ditanam sebagai langkah sederhana, tetapi bermakna untuk menghadirkan lingkungan yang lebih sehat bagi masyarakat, tempat mereka tinggal, bekerja, berusaha, dan membangun masa depan keluarga,” ujar Kindaris di Jakarta, Jumat (5/6/2026).
Menurut dia, gerakan tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan mendukung pembangunan berkelanjutan, khususnya dalam penanganan perubahan iklim dan pelestarian ekosistem daratan.
Dengan semangat #PNMuntukUMKM dan #PNMPemberdayaanUMKM, PNM juga melanjutkan berbagai program sosial yang telah dijalankan sebelumnya. Salah satunya melalui program RE3 FOR-E yang berhasil mengumpulkan 20 ton pakaian layak pakai dari insan PNM untuk disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan. Program tersebut juga menyalurkan buku bacaan guna mendukung peningkatan literasi.
Selain itu, PNM menjalankan program PNM Mengajar yang menjangkau 58 sekolah menengah kejuruan (SMK) dari Sabang hingga Merauke.
Kindaris mengatakan, kepedulian terhadap masyarakat dapat diwujudkan dalam berbagai bentuk, mulai dari bantuan kebutuhan dasar, dukungan pendidikan, hingga upaya menjaga lingkungan hidup.
“Bagi PNM, pemberdayaan tidak hanya tentang membantu masyarakat mengembangkan usaha, tetapi juga menjaga ruang hidup tempat mereka tumbuh. Kami ingin manfaat yang dihadirkan tidak hanya dirasakan hari ini, tetapi juga tumbuh untuk generasi berikutnya,” kata Kindaris.

4 hours ago
18

















































