Pola Makan Nabati Bisa Bantu Cegah Penyakit Ginjal Kronis

1 hour ago 2

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ginjal merupakan organ vital yang menyaring limbah dari darah. Sayangnya, penyakit ginjal kronis (CKD) kerap tidak disadari hingga tahap lanjut.

Kini, penelitian terbaru menyebut bahwa pola makan berbasis nabati bisa menjadi salah satu kunci perlindungan ginjal. Penelitian yang diterbitkan di Canadian Medical Association Journa/ ini menganalisis data kesehatan hampir 180 ribu peserta dan melihat bagaimana pola makan mereka memengaruhi kesehatan ginjal selama 12 tahun. Fokus penelitian ini adalah diet EAT-Lancet yang menekankan konsumsi sayur, buah, biji-bijian, kacang-kacangan, dan polong-polongan, sambil membatasi konsumsi protein hewani seperti daging, ikan, dan produk susu.

Hasilnya menunjukkan peserta yang lebih konsisten menerapkan pola makan berbasis nabati memiliki risiko lebih rendah mengidap penyakit ginjal kronis. "Studi ini unik karena ukurannya besar, durasi tindak lanjut panjang, dan penggunaan pemeriksaan metabolit serta protein untuk memantau kesehatan ginjal," ujar anggota dewan penasihat National Kidney Foundation dr Shivam Joshi seperti dilansir laman Prevention, Kamis (5/2/2026).

Direktur edukasi publik di American Kidney Fund, Ryan Woolley, menyampaikan diet berbasis nabati dapat membantu menjaga berat badan, menurunkan tekanan darah dan kolesterol, serta mengurangi risiko diabetes tipe 2, yang merupakan faktor pemicu penyakit ginjal. "Diet EAT-Lancet tidak hanya menyehatkan tubuh, tetapi juga mendukung sistem pangan berkelanjutan," kata Woolley.

Dokter Joshi menjelaskan hubungan pola makan dan kesehatan ginjal. Menurutnya, pola makan sangat berpengaruh dalam perkembangan diabetes dan tekanan darah tinggi, dua penyebab utama gangguan ginjal.

"Makanan nabati adalah beberapa makanan paling sehat di dunia, jadi tidak mengherankan jika makanan ini juga bermanfaat bagi ginjal," kata dia.

Sebagai contoh, mengonsumsi makanan tinggi serat dan rendah gula tambahan dapat mencegah resistensi insulin yang memicu diabetes tipe 2, sedangkan membatasi asupan natrium dari makanan olahan membantu menurunkan tekanan darah. Selain itu, diet EAT-Lancet membatasi protein hewani, karena proses pencernaan protein menghasilkan limbah yang harus disaring ginjal.

Pada penderita penyakit ginjal, kemampuan ini menurun sehingga limbah dapat menumpuk dan memicu masalah kesehatan. Dengan membatasi asupan protein, kerja ginjal dapat menjadi lebih ringan.

"Protein hewani mengandung fosfor dalam jumlah tinggi, yang juga harus disaring oleh ginjal. Tubuh menyerap fosfor dari sumber nabati dalam jumlah lebih sedikit, sehingga protein nabati dinilai lebih ramah bagi ginjal," kata Joshi.

Read Entire Article
Politics | | | |