Presiden: Akad Massal 50.030 Rumah Subsidi, Prestasi Luar Biasa

1 month ago 33

Seorang wanita dan anaknya melintasi rumah subsidi untuk karyawan industri media di Perumahan Gran Harmoni Cibitung, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Selasa (6/5/2025).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto menyatakan, pelaksanaan akad massal rumah subsidi sebanyak 50.030 unit yang berlangsung di Banten merupakan prestasi luar biasa yang dipersembahkan untuk rakyat Indonesia. Berdasarkan pantauan siaran langsung Youtube Sekretariat Presiden di Jakarta, Sabtu (20/12/2025), Prabowo menyampaikan bahwa pembangunan bangsa dilakukan dalam periode yang panjang.

Hal ini dimulai dari Presiden Soekarno, Soeharto, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Joko Widodo (Jokowi), dan diteruskan hingga Presiden Prabowo. Menurutnya, setiap pemimpin memiliki tekad yang sama, yakni menyejahterakan rakyatnya.

"Hari ini prestasi luar biasa, 50.030 akad massal rumah subsidi, dan ini program ini dimulai dari Presiden SBY, diteruskan oleh Pak Jokowi, saya teruskan, saya tingkatkan," kata Prabowo.

Namun, Presiden mengingatkan, pengembang harus memperhatikan kualitas yang akan dibangun. Masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) harus bisa mendapatkan rumah yang layak huni meski hanya rumah subsidi.

Prabowo mengatakan MBR adalah rakyat yang harus dibela dan diberdayakan. Program pembangunan 3 juta rumah ini merupakan salah satu upaya dari pemerintah untuk membantu masyarakat yang ekonominya lemah bisa mendapatkan kehidupan yang lebih layak. Dengan pembangunan 3 juta, kata Prabowo, tidak hanya memberikan rumah bagi MBR, tetapi juga menghidupkan masyarakat di sekitar pembangunan seperti pekerja bangunan, pedagang, toko material dan lainnya.

Selain itu, Prabowo juga menegaskan bahwa pemerintah bertekad untuk menghilangkan kemiskinan, penyelundupan, dan korupsi agar rakyat Indonesia bisa memperoleh kesejahteraan. "Kalau yang paling lemah ini berdaya, dia akan hidupkan seluruh ekonomi. Makanya saya bertekad, kita mampu menghilangkan kemiskinan. Kita mampu, saya sangat yakni. Tapi kita harus hentikan penyelundupan, hentikan korupsi," tegasnya.

sumber : Antara

Read Entire Article
Politics | | | |