REPUBLIKA.CO.ID, BEKASI - Di kalangan siswa kelas 12 SMA, SMK, dan MA, obrolan soal kuliah sering berubah jadi sesi overthinking massal. Jurusan apa yang aman? Mana yang prospeknya jelas? Benarkah ada “jalur cepat” yang bisa membawa lulusan langsung masuk startup unicorn atau agensi multinasional bergengsi?
Banyak yang menganggap itu sekadar gimmick. Namun, jika melihat bagaimana Program Studi (Prodi) Ilmu Komunikasi di Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) melalui UBSI kampus Cibitung dirancang, klaim tersebut dibangun di atas fondasi kurikulum yang relevan dan terintegrasi dengan kebutuhan industri.
Di era disrupsi digital, perusahaan tidak lagi mencari lulusan yang hanya kuat dalam teori komunikasi. Industri kreatif dan teknologi membutuhkan talenta yang mampu memadukan strategi komunikasi, analisis data, pemahaman algoritma media sosial, hingga eksekusi kampanye digital berbasis konversi.
Dengan akreditasi Unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT), Prodi Ilmu Komunikasi UBSI kampus Cibitung mengusung pendekatan berbasis teknologi dan ekonomi kreatif. Mahasiswa tidak hanya belajar teori komunikasi massa, tetapi juga dilatih membangun portofolio, mengerjakan proyek nyata, memecahkan brief klien, hingga melakukan presentasi profesional sejak masih di bangku kuliah.
Lulusan diproyeksikan mengisi posisi strategis seperti Senior Social Media Specialist, Content Creator Specialist, dan Digital Public Relations Specialist. Peran yang kini menjadi garda terdepan reputasi brand di era digital.
Kepala Kampus UBSI Kampus Cibitung, Dian Ardiansyah, menegaskan kesiapan lulusan bukanlah kebetulan. “Banyak yang mengira masuk startup top atau agensi multinasional itu butuh orang dalam. Faktanya, di industri kreatif, portofolio dan skill nyata adalah ‘orang dalam’ anda yang sesungguhnya,” ujarnya dalam keterangan rilis, Kamis (2/4/2026).
Dian menambahkan, Di UBSI kampus Cibitung, civitas akademika menjembatani gap antara dunia akademik dan industri. Mahasiswa dibiasakan dengan ritme kerja startup sejak di bangku kuliah, mulai dari memecahkan brief klien, merancang campaign, hingga presentasi di depan praktisi. Jadi, ketika lulus, mental dan skillset mereka sudah sepenuhnya siap tempur.
Ekosistem multidisiplin di UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif juga memperkuat kesiapan tersebut. Kolaborasi dengan program studi Sistem Informasi, Teknologi Informasi, Informatika, dan Manajemen menciptakan simulasi kerja lintas bidang yang realistis, seperti yang terjadi di industri digital sesungguhnya.
Saat ini, UBSI kampus Cibitung membuka Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) untuk periode kuliah yang dimulai September mendatang. Gelombang 2 akan ditutup pada 8 April 2026, dengan kuota terbatas.
Berbagai program beasiswa turut tersedia, mulai dari Beasiswa Jalur Undangan untuk siswa berprestasi akademik, Beasiswa Indonesia Juara untuk prestasi non-akademik, hingga Beasiswa Talenta Digital bagi generasi muda yang telah memiliki portofolio karya di dunia digital.
Bagi siswa kelas 12 yang ingin mengamankan “jalur cepat” ke industri kreatif digital, segera daftarkan diri melalui laman resmi PMB BSI di https://pmbubsi.id sebelum 8 April 2026 dan pastikan namamu masuk dalam daftar mahasiswa Ilmu Komunikasi UBSI kampus Cibitung tahun ini.

1 hour ago
3
















































