Pekerja melintasi areal tambang bawah tanah Grasberg Blok Cave (GBC) yang mengolah konsentrat tembaga di areal PT Freeport Indonesia, Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua, Rabu (17/8/2022). PT Freeport telah melakukan pengiriman konsentrat tembaga sebanyak 32 kali ke smelter di Gresik, Jawa Timur sejak Januari 2022.
REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA — Ketua Indonesia Mining Institute (IMI) Irwandi Arif menyampaikan proyek tambang bawah tanah Kucing Liar milik PT Freeport Indonesia (PTFI) akan memperkuat setoran negara dari sektor minerba. Peningkatan cadangan dan produksi dinilai menjadi fondasi penting bagi keberlanjutan penerimaan negara dari tembaga dan emas.
Proyek yang dikembangkan sejak 2022 itu diproyeksikan mampu menghasilkan rata-rata 750 juta pon tembaga dan 735 ribu ons emas per tahun. Angka tersebut meningkat lebih dari 35 persen dari estimasi awal dan berdampak langsung pada pendapatan perusahaan serta kontribusi fiskal ke negara.
“Jika cadangan tembaga bertambah, otomatis cadangan emas dan perak juga ikut meningkat. Cadangan adalah nyawa bagi suatu tambang, dan peluang pengembangannya semakin menjanjikan,” kata Irwandi di Jakarta, dikutip Jumat (13/2/2026).
Dalam laporan terbaru Freeport-McMoRan (FCX), Proyek Kucing Liar berpotensi meningkatkan kapasitas produksi dari 90.000 ton menjadi 130.000 ton bijih per hari. Lonjakan kapasitas ini memperkuat posisi kawasan Grasberg sebagai pusat tambang bawah tanah berkelas dunia.
Kenaikan kapasitas tersebut turut mendorong peningkatan cadangan mineral PTFI hingga 20 persen. Total cadangan tercatat mencapai 8 miliar pon tembaga dan 8 juta ons emas dengan umur tambang diproyeksikan hingga 2041.
Laporan FCX mencatat kebutuhan tambahan investasi sekitar 0,5 miliar dolar AS atau naik 10 persen dari rencana awal untuk mempercepat pengembangan tambang bawah tanah ini. Belanja modal diperkirakan mencapai 500 juta dolar AS per tahun selama tujuh hingga delapan tahun masa pembangunan.
Proyek Kucing Liar akan menjadi tambang keempat yang dioperasikan PTFI di kawasan Grasberg setelah Grasberg Block Cave, Deep Mill Level Zone, dan Big Gossan. Ekspansi ini memperkuat portofolio produksi sekaligus menopang kontribusi Grup MIND ID sebagai holding tambang nasional.
Peningkatan produksi dan cadangan memberi ruang lebih besar bagi penerimaan negara melalui pajak, royalti, dan dividen. Di Papua, proyek ini juga membuka lapangan kerja dan menggerakkan aktivitas ekonomi lokal seiring masa operasi yang kian panjang.

2 hours ago
4














































