Puji Poros Perlawanan Iran dan Kecam Diamnya Dunia Islam, Mufti Oman:Apakah Hati Nurani Telah Mati?

5 hours ago 7

Artileri Israel menembakkan peluru ke sasaran di Lebanon di dekat perbatasan Israel-Lebanon, 15 Maret 2026.

REPUBLIKA.CO.ID, SANA – Mufti Agung Kesultanan Oman, Sheikh Ahmed bin Hamad Al-Khalili pada Senin (30/3/2026) malam mengecam diamnya dunia Islam dan komunitas internasional terhadap kejahatan yang terus dilakukan zionis Israel terhadap rakyat Palestina.

Dalam sebuah unggahan di platform "X" yang dipantau oleh Kantor Berita Yaman (Saba), Sheikh Al-Khalili menyatakan, "Sementara entitas Zionis menerima pukulan menyakitkan dari poros perlawanan yang gagah berani, mereka terus melakukan tindakan sembrono, seperti menutup Masjid Al-Aqsa, menyiksa tahanan Palestina, termasuk bayi, dan merampas semua hak tahanan, seperti menjalankan agama mereka, mengetahui waktu adzan, dan awal Ramadhan, di antara hal-hal lainnya."

Sheikh Ahmed bin Hamad Al-Khalili bertanya, "Apakah hati nurani manusia telah mati? Apakah semangat keagamaan telah mengering, sementara musuh Zionis terus membatasi masuknya bantuan kemanusiaan kepada mereka yang terkepung di Gaza? Di manakah kerja sama Islam dan komunitas internasional dalam semua ini?!"

Mufti Oman menambahkan, “Bahkan jika satu-satunya konsekuensi dari ini adalah penutupan Masjid Al-Aqsa, itu akan menjadi ketidakadilan terbesar.”

Mufti Oman juga menyerukan kepada semua orang untuk mengambil tindakan segera dalam masalah ini, dikutip dari laman Yemen News Agency (Saba), Selasa (31/3/2026)

Diberitakan Saba, Abu Jamal juru bicara resmi Brigade Abu Ali Mustafa, sayap militer Front Populer untuk Pembebasan Palestina, menyatakan pada Senin bahwa setiap tindakan yang membahayakan nyawa pahlawan mana pun di balik jeruji besi akan mendatangkan malapetaka bagi entitas Zionis.

Pernyataan tersebut disampaikan untuk merespons persetujuan yang diberikan oleh "Knesset Zionis" terhadap undang-undang untuk mengeksekusi tahanan Palestina.

Dalam pernyataan yang diterima oleh Kantor Berita Yaman (Saba), Abu Jamal menyampaikan peringatan kepada kepemimpinan Zionis, dengan mengatakan, "Biarkan para penjahat Zionis tahu, dan biarkan penjahat fasis dan rasis Ben-Gvir mendengar ini, setiap tindakan yang membahayakan nyawa pahlawan mana pun di balik jeruji besi akan mendatangkan malapetaka bagi kalian."

Read Entire Article
Politics | | | |