Raja Norwegia Harald V Wafat di Usia 89 Tahun, 'Raja Rakyat' yang Nikahi Perempuan Biasa

8 hours ago 19

loading...

Raja Norwegia Harald V wafat pada Jumat (28/8/2026) di usia 89 tahun. Foto/royalcourt.no

OSLO - Raja Norwegia Harald V wafat pada Jumat (28/8/2026) di usia 89 tahun. Harald, yang dijuluki sebagai "Raja Rakyat", meninggal setelah pekan lalu dilarikan ke rumah sakit untuk menjalani perawatan akibat kondisi kelainan darah yang langka.

Istana di Oslo mengatakan Raja Harald meninggal dengan tenang pada pukul 06.35 waktu setempat pada hari Jumat di rumah sakit nasional di Oslo. Bendera kerajaan di atap istana diturunkan menjadi setengah tiang.

Baca Juga: Norwegia Diam-diam Gunakan Pengaruh untuk Dorong Penangguhan Israel dari FIFA

Dalam 24 jam sebelum kematiannya, anggota keluarga kerajaan mengunjungi sang raja, sementara masyarakat meletakkan bunga di depan istana.

Harald merupakan raja Norwegia pertama yang lahir di Norwegia sejak abad ke-14. Dia kini digantikan oleh putranya, Haakon.

Setelah 35 tahun bertakhta, Harald akan dikenang sebagai sosok populer dan pembaru yang memodernisasi monarki, mendobrak tradisi dengan menikahi perempuan dari rakyat jelata, serta menjadi figur pemersatu di tengah masa-masa tersulit Norwegia.

Para pengamat kerajaan menggambarkannya sebagai sosok yang sederhana, dihormati, dan dicintai. Dia bahkan disebut sebagai “kakek bangsa" dan “Raja Rakyat”, gelar yang juga pernah disematkan kepada ayahnya, Raja Olav V.

Setelah serangan bom dan penembakan di Oslo dan Pulau Utoya pada 2011, Harald menyerukan kepada rakyat Norwegia untuk saling mendukung dan tidak membiarkan ketakutan mengambil alih.

Belakangan, Raja Harald dan keluarganya menghadapi berbagai persoalan kesehatan dan skandal, terutama terkait hubungan menantunya, Mette-Marit, dengan mendiang pelaku kejahatan seksual Jeffrey Epstein, serta vonis pemerkosaan terhadap putranya, Marius Borg Hoiby.

Selama masa pemerintahannya, monarki Norwegia menjadi lebih egaliter dan transparan dalam hal keuangan serta kesehatan, kata sejarawan sekaligus koresponden kerajaan TV2, Ole-Jorgen Schulsrud-Hansen, kepada BBC.

Koresponden kerajaan Nettavisen, Tove Taalesen, menggambarkan mendiang raja sebagai “salah satu dari kami”, sementara pakar kerajaan dari majalah Se og Hor, Caroline Vagle, mengatakan Raja Harald “selalu sangat dekat dengan rakyat.”

Ketika tim nasional sepak bola Norwegia pulang dari Amerika Serikat setelah untuk pertama kalinya mencapai perempat final Piala Dunia, Raja Harald menyambut mereka di istana.

Harald meninggalkan istrinya yang telah dinikahinya selama hampir 58 tahun, Ratu Sonja, putri mereka Putri Märtha Louise, putra mereka yang kini menjadi Raja Haakon, serta enam cucu.

Masa Kecil Harald

Harald lahir pada 21 Februari 1937 di perkebunan Skaugum dekat Oslo.

Dia berusia tiga tahun ketika diktator Adolf Hitler memerintahkan invasi Nazi Jerman ke Norwegia pada awal Perang Dunia II.

Ibu Harald melarikan diri bersama anak-anaknya menyeberangi perbatasan menuju Swedia. Mereka kemudian pergi ke Amerika Serikat atas undangan Presiden Franklin D. Roosevelt.

Pangeran Harald kembali ke Norwegia bersama keluarganya pada akhir perang dan menyelesaikan pendidikan sekolah serta wajib militer.

Dia menjadi putra mahkota pada 1957 dan mempelajari ilmu sosial, sejarah, serta ekonomi di Balliol College, Oxford, pada 1960-1962.

Menikahi Rakyat Biasa

Harald bertemu Sonja Haraldsen, putri seorang pengusaha, dalam sebuah pesta. Namun, sang putra mahkota harus menunggu sembilan tahun sebelum mendapat izin untuk menikahinya.

Read Entire Article
Politics | | | |