Ramadhan Tekan Keuangan, Ini Cara Gen Z dan Milenial Menghadapinya

5 hours ago 5

Kebutuhan harian yang tetap berjalan, ditambah pengeluaran musiman seperti mudik, hampers, hingga buka bersama, membuat banyak warga harus lebih cermat mengatur uang. (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ramadhan tidak hanya membawa suasana ibadah, tetapi juga tekanan pada keuangan rumah tangga. Kebutuhan harian yang tetap berjalan, ditambah pengeluaran musiman seperti mudik, hampers, hingga buka bersama, membuat banyak warga harus lebih cermat mengatur uang.

Survei Amar Bank terhadap lebih dari 1.600 responden di sejumlah kota besar menunjukkan 87 persen masyarakat merasakan kenaikan pengeluaran selama Ramadan. Namun, hanya sekitar 16,9 persen yang merasa kondisi keuangannya tetap nyaman.

Menariknya, beban terbesar bukan berasal dari gaya hidup. Pengeluaran justru didominasi kebutuhan rumah tangga yang mencapai 86 persen, disusul kebutuhan Lebaran seperti pakaian dan hampers sebesar 67,6 persen, serta biaya mudik 26,4 persen.

Di tengah tekanan tersebut, cara menghadapi kondisi keuangan berbeda antara generasi muda. Gen Z cenderung lebih berhati-hati. Sebanyak 46 persen memilih menggunakan dana darurat saat pengeluaran tak terduga muncul, sementara sebagian lainnya mengombinasikan dengan pinjaman.

Kelompok ini juga lebih merasakan tekanan di akhir Ramadhan. Sekitar 42 persen Gen Z mengaku kondisi keuangan mereka semakin ketat mendekati Lebaran.

Sebaliknya, generasi milenial terlihat lebih fleksibel dalam menyusun strategi. Mereka cenderung menggabungkan dana darurat dan pinjaman untuk menjaga arus kas tetap berjalan. Sekitar 36 persen milenial bahkan mengaku kondisi keuangannya naik turun dari minggu ke minggu.

Fenomena ini menunjukkan, bagi sebagian masyarakat, pinjaman bukan semata untuk konsumsi, tetapi menjadi cara menjaga stabilitas keuangan jangka pendek. Secara keseluruhan, lebih dari separuh responden menggunakan pinjaman, baik sepenuhnya maupun sebagai pelengkap dana darurat.

Alasan utamanya pun sederhana. Sebagian menunggu gaji atau tunjangan hari raya (THR) cair, sementara lainnya menutup kebutuhan yang tidak tertangani dari penghasilan bulanan.

Read Entire Article
Politics | | | |