Road to Ramadhan Rumah Zakat 'Bikin Bahagia', Bangun Solidaritas Palestina dan Sumatra

2 hours ago 3

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Semangat menyambut bulan suci Ramadhan terasa kuat dalam gelaran Road to Ramadhan: Bikin Bahagia yang diselenggarakan oleh Rumah Zakat di Mbloc Space. Acara ini menjadi momentum peluncuran program Ramadhan sekaligus pelepasan bhakti relawan yang akan menjalankan misi kemanusiaan di berbagai wilayah, termasuk untuk aksi peduli Palestina dan sejumlah daerah di Sumatera.

‎Didominasi kalangan Gen Z, acara berlangsung penuh antusiasme. Para peserta mengikuti rangkaian kegiatan mulai dari launching program, talkshow kemanusiaan, tausyiah, hingga penampilan spesial dari grup musik Base Jam.

Launching Program & Aksi Nyata Kemanusiaan

‎Program Ramadhan “Bikin Bahagia” resmi diluncurkan sebagai gerakan kolaboratif berbagi zakat, infak, dan sedekah. Tahun ini, fokus aksi tidak hanya pada pemberdayaan masyarakat prasejahtera di dalam negeri, tetapi juga penguatan kepedulian terhadap krisis kemanusiaan di Palestina serta bantuan untuk masyarakat terdampak di wilayah Sumatera.

‎Pelepasan bhakti relawan menjadi simbol komitmen untuk menghadirkan kebahagiaan dan harapan, baik bagi saudara-saudara di Palestina maupun masyarakat yang membutuhkan di berbagai daerah Indonesia.

‎Peran Anak Muda untuk Palestina & Negeri Sendiri

Selain meluncurkan program Ramadhan, Rumah Zakat juga menggelar talkshow. ‎Talkshow menghadirkan CEO Rumah Zakat bersama Wanda Hamidah serta influencer kemanusiaan Rumah Zakat. Diskusi menyoroti pentingnya empati global dan kepedulian lokal, terutama peran generasi muda dalam menggerakkan solidaritas untuk Palestina serta membantu masyarakat di Sumatera yang membutuhkan dukungan.

‎“Ramadhan adalah momentum untuk memperluas makna kepedulian. Kepedulian tidak mengenal batas wilayah. Kita hadir untuk Palestina, kita juga hadir untuk saudara-saudara kita di Sumatera dan seluruh Indonesia. Generasi muda punya kekuatan besar untuk menjadi jembatan kebaikan itu," ujar CEO Rumah Zakat.

‎Wanda Hamidah menambahkan kepedulian sosial harus diwujudkan dalam aksi nyata, bukan hanya empati di media sosial.

Ramadhan Hope

Di tengah rangkaian acara, instalasi “Ramadhan Hope” menjadi ruang refleksi yang paling menyentuh. Di titik inilah para pengunjung menuliskan doa dan harapan mereka. Banyak di antaranya memanjatkan doa untuk perdamaian Palestina, keselamatan masyarakat di Sumatera, serta tekad pribadi untuk lebih aktif berbagi dan menebar kebaikan sepanjang Ramadhan. Instalasi ini seolah menjadi jembatan antara empati, kepedulian, dan aksi nyata.

Menguatkan makna tersebut, sesi tausyiah mengajak peserta mempersiapkan hati, memperdalam keimanan, serta mempererat solidaritas sosial menjelang bulan suci. Suasana bertransformasi menjadi hangat dan penuh energi saat Base Jam tampil membawakan lagu-lagu yang menghidupkan semangat kebersamaan, menjadikan momen ini tak hanya reflektif, tetapi juga penuh rasa syukur dan harapan.

Antusiasme dan suasana haru yang terasa sepanjang acara juga tercermin dari kesan para pengunjung. Salah satunya datang dari Alya (22), yang mengaku tersentuh dengan konsep kegiatan tersebut.

‎“Aku terharu karena acaranya bukan cuma seru, tapi juga mengingatkan kita tentang Palestina dan saudara-saudara di Sumatera. Jadi merasa punya tanggung jawab untuk ikut berbuat," kata dia.

Senada dengan itu, suara kepedulian juga datang dari pengunjung lainnya yang merasakan pesan kuat di balik acara ini. Rizky (24) menilai bahwa momentum menjelang Ramadhan seharusnya menjadi pengingat untuk memperluas empati dan aksi nyata.

‎“Event ini bikin sadar kalau Ramadhan bukan cuma tentang diri sendiri, tapi tentang solidaritas. Kita bisa mulai dari hal kecil, tapi dampaknya besar.”

‎Melalui Road to Ramadhan: Bikin Bahagia, Rumah Zakat menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan gerakan kebaikan yang berdampak luas, dari Indonesia hingga Palestina. Rumah Zakat juga serta mengajak generasi muda menjadi bagian dari perubahan tersebut. 

Read Entire Article
Politics | | | |