Pakistan Tegaskan Enggan Terlibat Pelucutan Senjata Hamas

2 hours ago 3

Anggota sayap militer Hamas yang bersenjata mengambil bagian dalam upacara penyerahan sandera selama gencatan senjata baru-baru ini.

REPUBLIKA.CO.ID, ISLAMABAD— Pakistan menginginkan jaminan dari Amerika Serikat bahwa pasukannya yang kemungkinan akan dikirim ke Gaza sebagai bagian dari pasukan stabilisasi internasional akan bertugas dalam misi perdamaian dan tidak terlibat upaya melucuti senjata gerakan perlawanan Islam (Hamas).

Hal ini disampaikan Reuters News Agency mengutip tiga sumber pemerintah, dikutip Republika.co.id, Kamis (19/2/2026).

Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif dijadwalkan menghadiri pertemuan resmi pertama Dewan Perdamaian yang diluncurkan Presiden AS Donald Trump di Washington besok, Kamis, bersama dengan delegasi dari setidaknya 20 negara.

Trump, yang akan memimpin pertemuan tersebut, diperkirakan akan mengumumkan rencana rekonstruksi Gaza senilai miliaran dolar.

Dia memberikan rincian tentang rencana pembentukan pasukan stabilisasi yang ditugaskan oleh PBB untuk wilayah Palestina.

Kantor berita itu mengutip tiga sumber pemerintah yang mengatakan, Sharif ingin selama kunjungannya ke Washington untuk mengklarifikasi tujuan pasukan stabilisasi internasional dan otoritas yang akan bekerja di bawahnya, serta rantai komando sebelum mengambil keputusan tentang pengerahan pasukan.

Salah satu sumber yang dekat dengan Sharif mengatakan, “Kami siap mengirim pasukan. Izinkan saya menjelaskan bahwa pasukan kami hanya dapat menjadi bagian dari misi perdamaian di Gaza.”

Dia menambahkan, “Kami tidak akan terlibat dalam peran lain, seperti melucuti senjata Hamas. Itu tidak mungkin.”

Pengawasan rekonstruksi

Rencana 20 poin Trump untuk Gaza menyerukan pembentukan pasukan dari negara-negara Islam untuk mengawasi masa transisi rekonstruksi dan pemulihan ekonomi di wilayah Palestina yang hancur, dan Washington menekan Islamabad untuk bergabung dengan pasukan ini.

Para analis mengatakan, bergabungnya Pakistan akan memperkuat pasukan multinasional berkat tentara berpengalaman yang pernah berperang dengan India dan menghadapi pemberontakan.

“Kami dapat mengirim beberapa ribu tentara kapan saja, tetapi kami perlu mengetahui peran yang akan mereka ambil,” kata sumber tersebut.

Read Entire Article
Politics | | | |