Rusia Desak Seluruh Diplomat dan Warga Asing Tinggalkan Kyiv, Isyarat Akan Ada Serangan Besar

6 hours ago 9

loading...

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova memperingatkan seluruh misi diplomatik agar mengevakuasi semua diplomat dan warga negaranya dari Ibu Kota Ukraina, Kyiv. Foto/mid.ru

MOSKOW - Rusia secara resmi telah memperingatkan seluruh misi diplomatik dan organisasi internasional tentang potensi serangan balasan skala besar terhadap Ibu Kota Ukraina, Kyiv. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova mengatakan Moskow mendesak mereka untuk segera meninggalkan Kyiv.

Awal pekan ini, Kementerian Pertahanan Rusia mengumumkan gencatan senjata selama dua hari pada 8 dan 9 Mei untuk menandai berakhirnya Perang Dunia II di Eropa, mendesak Kiev untuk mengikuti langkah tersebut dan memperingatkan potensi serangan balasan skala besar terhadap Kyiv.

Baca Juga: Sebelum Kyiv Umumkan Gencatan Senjata, Rusia Bombardir Ukraina

Kementerian tersebut merujuk pada komentar yang dibuat oleh Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky sebelumnya pada hari itu, yang menurut mereka berisi ancaman untuk menargetkan Moskow selama perayaan Victory Day atau Hari Kemenangan.

Zakharova mengatakan peringatan Moskow harus ditanggapi dengan sangat serius. Dia mengungkapkan bahwa Kementerian Luar Negeri telah mengirimkan nota resmi kepada semua misi diplomatik dan organisasi internasional yang terakreditasi di Rusia, mendesak mereka untuk menarik personel mereka dari ibu kota Ukraina menjelang potensi serangan balasan.

“Kementerian Luar Negeri mendesak pemerintah negara Anda/kepemimpinan organisasi Anda untuk menanggapi pernyataan ini dengan sangat serius dan memastikan evakuasi tepat waktu dari kota Kyiv terhadap personel misi diplomatik dan lainnya, serta warga sipil, mengingat serangan balasan yang tak terhindarkan oleh Angkatan Bersenjata Federasi Rusia terhadap Kyiv, termasuk terhadap pusat-pusat pengambilan keputusan jika Ukraina melanjutkan rencana teroris kriminalnya,” bunyi nota diplomatik tersebut, sebagaimana disampaikan Zakharova.

Read Entire Article
Politics | | | |