Sampah di Malam Perayaan Tahun Baru di Bandung Capai 63,76 Ton

2 weeks ago 22

Suasana padat pengunjung saat malam tahun baru di kawasan Alun-alun, Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Rabu (31/12/2025). Meski kemeriahan tetap berlangsung, namun pemerintah melarang adanya pesta kembang api. Larangan tersebut diambil dengan pertimbangan kondisi Indonesia yang masih berada dalam suasana duka, bagi masyarakat Sumatera dan Aceh, yang terdampak bencana alam.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG- Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung mencatat tumpukan sampah selama malam perayaan tahun baru 2026 mencapai 63.76 ton. Mereka menyebut jumlah tersebut relatif tidak jauh berbeda atau menurun sedikit dibandingkan dengan perayaan malam tahun baru 2025.

"Timbulan sampah tahun baru itu mencapai 133 meter kubik setara 63,76 ton. Dibandingkan tahun lalu tidak terlalu jauh sekitar 64 ton," ucap Kepala DLH Kota Bandung Darto, Jumat (2/1/2026).

Ia menuturkan tidak terjadi kenaikan sampah signifikan pada malam perayaan tahun baru 2026 bahkan cenderung menurun. Darto menilai hal itu dipengaruhi oleh kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan.

"Sampah-sampah dikumpulkan dari 52 titik di Kota Bandung. Pengangkutan mulai pukul 01.00 WIB hingga pukul 04.00 WIB dan dibuang ke Sarimukti pukul 05.00 WIB," kata dia.

Ia melanjutkan sampah yang diangkut merupakan sisa makanan sebesar 10 persen. Sedangkan sisanya merupakan sampah plastik, bungkus makanan, dan karton.

Pihaknya juga menyiagakan 7 dump truck, tiga motor pick up kemudian 395 petugas kebersihan. Ia menyebut secara umum kesadaran masyarakat meningkat.

Selain itu, masyarakat yang merayakan malam pergantian tahun baru ramai memadati titik-titik keramaian.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengungkapkan perayaan malam tahun baru 2025 menuju tahun 2026 berjalan meriah dan kondusif di Kota Bandung. Meski begitu, ia menyebut terdapat kepadatan arus kendaraan di sejumlah ruas jalan.

"Alhamdulillah, kelihatannya meriah tetapi tetap kondusif. Kami juga sempat memantau bersama pak kapolda dan pak pangdam untuk meninjau langsung Ibu Kota Jawa Barat ini. Seperti yang disimpulkan bersama tadi, suasana meriah, kondusif, dan terpantau dengan baik," ucap dia, Rabu (31/12/2025) malam.

Sejak tanggal 23 Desember lalu, ia menuturkan sejumlah area stasiun dan terminal terpantau padat oleh penumpang. Termasuk di sejumlah ruas jalan wisata, wisatawan memadati area tersebut.

"(Titik keramaian) masih di Asia Afrika," ungkap dia.

Read Entire Article
Politics | | | |