Laporan Bambang Noroyono dan Thoudy Badai dari Marmaris, Turki
REPUBLIKA.CO.ID, MARMARIS -- Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) mewakilkan partisipasinya kepada sembilan relawan dan wartawan untuk ikut dalam kelanjutan misi pelayaran Global Sumud Flotilla (GSF) 2026. Sembilan partisipan dari Indonesia itu akan bergabung dengan sekitar 500-an relawan dan aktivis kemanusian dari 30-an negara untuk melanjutkan misi pelayaran menembus blokade Gaza, Palestina.
Dua jurnalis Republika, Bambang Noroyono dan Thoudy Badai turut serta dalam misi kemanusian itu. Angkat jangkar serempak digelar sore ini melalui Dermaga Albatros, di kawasan Pelabuhan Marmaris, Turki. Ada sebanyak 54 kapal kemanusian yang membentangkan layar serampak dari perairan selatan Turki itu.
Steering Committee Global Sumud Flotilla Maimon Herawati mengatakan, jumlah kapal akan bertambah menjadi 60.
"Insya Allah masih ada enam kapal dari teman-teman Freedom Flotilla Coalition yang juga ikut bergabung dalam kelanjutan misi ini. Jadi sekitar 60an kapal yang berlayar untuk menembus blokade ilegal di Gaza," kata Maimon saat dijumpai Republika di Marmaris, Turki, Kamis (14/5/2026).
Dua wartawan Republika turut berlayar di Kapal BoraLize dan Kapal Ozgurluk. Sedangkan partisipan Indonesia lainnya berada terpisah di kapal-kapal yang membawa bantuan kemanusian untuk masyarakat di Gaza, Palestina itu.
Selain dua dari Republika, para partisipan lainnya di antaranya Herman Budianto Sudarsono, Ronggo Wirasanu, Andi Angga Prasadewa, Aras Asad Muhammad, Hendro Prasetyo, Andre Prasetyo Nugroho dan Rahendro Herubowo.
Relawan yang tergabung dalam Global Sumud Flotilla bersiap berlayar menuju Gaza dari Marmaris, Turki, Kamis (14/5/2026).
Mengacu informasi waktu, pelayaran dari Marmaris untuk menembus perairan Gaza, diperkirakan memakan waktu normal sekitar tiga hari dengan kecepatan kapal knot rendah dan sedang. Konvoi laut akbar Global Sumud Flotilla kali ini tetap sama misinya, yaitu membawa bantuan kemanusian berupa bahan makanan berat, air bersih, susu formula bayi, dan kebutuhan anak-anak lain, serta obat-obatan juga buah-buahan.
Dari sekitar 500 lebih para relawan dan aktivis yang turut serta dalam pelayaran, didominasi kalangan dokter dan medis, serta ahli kesehatan. Karena kalangan itu yang saat ini paling dibutuhkan oleh warga di Gaza. Sejauh ini, pelayaran kemanusian Global Sumud Flotilla selalu mendapatkan penyerangan dan penculikan oleh tentara laut Zionis Israel yang dilakukan di perairan internasional.

1 hour ago
3

















































