REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Bagi banyak lulusan Sarjana Farmasi, melanjutkan pendidikan profesi merupakan langkah penting untuk mempersiapkan diri memasuki dunia kerja. Selain mencari kampus yang berkualitas, calon mahasiswa juga mempertimbangkan lingkungan belajar yang mampu membentuk kompetensi dan karakter profesional.
Pertimbangan itu pula yang mendorong Zakiatun Nufus memilih Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker (PSPPA) Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung. Menurutnya, kuliah profesi bukan sekadar mengejar gelar, tetapi menjadi proses pembentukan diri sebagai apoteker yang siap melayani masyarakat.
"Saya melihat dosen-dosen di UM Bandung memiliki latar belakang pendidikan yang sangat baik. Mayoritas merupakan lulusan perguruan tinggi negeri dan swasta ternama di Indonesia. Itu menjadi salah satu alasan saya yakin kuliah di sini," ujarnya saat menjalani praktik di RSJ Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Selasa (14/7/2026).
Mahasiswa yang akrab disapa Kia itu mengaku merasakan suasana belajar yang interaktif sejak awal perkuliahan. Dosen tidak hanya menyampaikan teori, tetapi juga membagikan pengalaman praktik yang membantu mahasiswa memahami tantangan dunia kerja.
Kesan positif juga dirasakannya melalui fasilitas pembelajaran yang tersedia. Laboratorium yang lengkap serta sarana praktik yang terus dikembangkan dinilai mendukung mahasiswa dalam mengasah keterampilan profesi secara optimal.
Menurut Zakia, salah satu keunggulan Prodi Profesi Apoteker UM Bandung adalah penguatan nilai-nilai Al-Islam Kemuhammadiyahan (AIK). Penguatan tersebut menjadi bekal penting bagi mahasiswa dalam memahami etika profesi saat memberikan pelayanan kepada masyarakat.
"Menurut saya, itu yang menjadi keunggulan Prodi Apoteker UM Bandung. Kami tidak hanya belajar tentang obat dan pelayanan kefarmasian, tetapi dibekali pemahaman agama yang berkaitan dengan etika profesi," tuturnya.
Selama menempuh pendidikan profesi, Zakia juga merasakan adanya pendampingan yang intensif dari kampus. Sebelum mengikuti Praktik Kerja Profesi Apoteker (PKPA), mahasiswa mendapatkan pembekalan untuk menghadapi berbagai situasi di wahana praktik.
Saat ini, ia tengah menjalani PKPA di Rumah Sakit Jiwa Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Aktivitas praktik yang dijalani dari Senin hingga Jumat menjadi bagian dari proses pembentukan kompetensi profesional sebagai calon apoteker.
Persiapan menghadapi Ujian Kompetensi Apoteker Indonesia (UKAI) juga dilakukan secara bertahap. Dosen akademisi maupun praktisi secara rutin mengajak mahasiswa berdiskusi, mengulas kasus, dan berlatih soal guna meningkatkan kesiapan menghadapi ujian.
"Jadi, kami tidak dilepas begitu saja. Sebelum menjalani praktik ataupun menghadapi Uji Kompetensi Apoteker Indonesia atau UKAI, kami mendapat berbagai pembekalan, pendampingan, dan diskusi intensif bersama dosen," kata lulusan cumlaude Prodi Farmasi STIK Siti Khadijah Palembang dengan IPK 3,57 tersebut.
Berbekal pengalaman itu, Zakia optimistis prospek profesi apoteker masih sangat terbuka. Lulusan profesi memiliki peluang berkarier di rumah sakit, puskesmas, apotek, industri farmasi, pedagang besar farmasi, dinas kesehatan, hingga Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
Selain bekerja di berbagai institusi, apoteker juga memiliki kesempatan menjadi wirausaha dengan mendirikan apotek sendiri sesuai ketentuan profesi. Karena itu, ia mengajak lulusan Sarjana Farmasi yang masih ragu untuk segera melanjutkan pendidikan profesi.
"Kalau ingin berkarier sebagai apoteker, jangan ragu melanjutkan ke pendidikan profesi. Selain menjadi syarat legal untuk bekerja, peluang kariernya juga sangat luas," ujarnya.
Bagi gadis asal Palembang yang hobi membaca, menyanyi, dan menonton tersebut, pendidikan profesi bukan hanya tentang memperoleh gelar tambahan. Lebih dari itu, proses tersebut menjadi bekal untuk tumbuh sebagai tenaga kesehatan yang kompeten, beretika, dan bertanggung jawab kepada masyarakat.
Pengalaman itulah yang membuatnya menilai Prodi Pendidikan Profesi Apoteker UM Bandung sebagai lingkungan belajar yang tidak hanya menguatkan kemampuan akademik. Kampus juga dinilai mampu membentuk kesiapan mahasiswa menjadi apoteker profesional yang siap berkontribusi bagi bangsa.

8 hours ago
18

















































