Setiap Rp 1 Triliun Investasi Perumahan Dongkrak PDB Rp 1,9 Triliun

2 hours ago 4

REPUBLIKA.CO.ID, SURAKARTA -- Direktur Utama PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) Ananta Wiyogo mengatakan sektor perumahan memiliki efek berganda besar terhadap sektor lain. Hal itu merujuk pada kajian lembaga independen DTS Indonesia.

“Berdasarkan kajian DTS Indonesia, lembaga independen, sektor perumahan berperan sebagai penggerak utama pertumbuhan ekonomi melalui efek berganda yang signifikan dengan multiplier effect sebanyak 1,86 kali. Setiap investasi Rp 1 triliun akan memicu aktivitas di berbagai sektor lainnya dan menghasilkan PDB sebesar Rp 1,9 triliun,” kata dia dalam Taklimat Media 2026 di Surakarta, Jawa Tengah, Kamis (12/2/2026).

Dampak tersebut dinilai relevan bagi masyarakat, terutama dalam mendorong lapangan kerja dan perputaran ekonomi di daerah. Pembangunan rumah tidak hanya menyasar sektor konstruksi, tetapi juga industri bahan bangunan, jasa, hingga usaha kecil di sekitarnya.

Karena itu, SMF melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) turut memperbaiki rumah tidak layak huni di kawasan kumuh. Program ini menyasar warga desil dua ke bawah, yakni masyarakat berpenghasilan tidak tetap dan tidak memiliki kemampuan mengangsur.

“Program ini juga memberikan dampak pemenuhan tujuan pembangunan berkelanjutan,” tutur Ananta.

Ia menjelaskan program tersebut mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), antara lain pengentasan kemiskinan, kehidupan sehat dan sejahtera, akses air bersih dan sanitasi, serta kota dan permukiman berkelanjutan.

SMF telah melakukan pengembangan kampung kumuh di Kelurahan Sangkrah, Kecamatan Pasar Kliwon, Surakarta, dalam dua tahap. Pada 2022, sebanyak 47 rumah direnovasi. Kemudian pada 2025 dilakukan pembangunan dan renovasi 56 unit rumah layak huni bagi 56 kepala keluarga dengan nilai hampir Rp 5 miliar.

Dari 56 unit tersebut, SMF berkontribusi pada sekitar 37 unit rumah. Secara keseluruhan, SMF telah membangun 84 unit rumah melalui program CSR pengembangan kawasan kumuh di Solo.

Ananta menegaskan penanganan permukiman kumuh tidak bisa dilakukan secara parsial. Perlu sinergi dengan pemerintah daerah agar infrastruktur lingkungan, sanitasi, drainase, hingga akses dasar lainnya turut diperbaiki.

“Ke depannya, SMF akan terus memperkuat perannya tidak hanya sebagai penyedia likuiditas pembiayaan perumahan, tetapi juga sebagai mitra strategis pemerintah dan daerah dalam memastikan bahwa pembangunan perumahan benar-benar berdampak langsung bagi masyarakat,” jelas dia.

Read Entire Article
Politics | | | |