Pajak Tumbuh 30,8 Persen, Menkeu Yakin Defisit APBN 2026 Terkendali

2 hours ago 2

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa meyakini defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2026 berada dalam bawah kendali lantaran penerimaan pajak pada Januari mampu tumbuh 30,8 persen.

“Hasil awal di bulan Januari, pajak tumbuh 30 persen dibanding Januari tahun lalu. Kalau kita tahan 30 persen terus, itu saja sudah melebihi target APBN, defisitnya akan turun,” kata Purbaya dalam kegiatan Economic Outlook 2026 di Jakarta, Kamis (12/2/2026).

Purbaya menyebut strateginya dalam menjaga penerimaan bukan berfokus pada besaran tarif pajak, melainkan pada dorongan pertumbuhan ekonomi nasional.

Sebab, dia berpendapat, perekonomian yang melambat berdampak pada terhambatnya kinerja dunia usaha, yang pada akhirnya menyebabkan kemampuan membayar pajak menurun.

Maka dari itu, dia mengatur strategi menyuntikkan stimulus ke perekonomian untuk memutarbalikkan kondisi ekonomi dengan seluruh instrumen yang tersedia.

“Saya nggak menaikkan tarif pajak, pajak yang daring saya tunda dulu, cukai minuman berpemanis dalam kemasan (MBDK) saya tunda juga, karena saya tahu ketika ekonomi jatuh, pemerintah bukan mencekik ekonomi, harusnya memberi stimulus,” jelas Menkeu.

Secara paralel, dia menginjeksi dana ke perbankan untuk mendorong likuiditas dan menggerakkan sektor riil, mendorong pemerintah daerah mempercepat belanja, hingga mengatasi hambatan dunia usaha.

Di samping itu, mantan Ketua Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) ini juga membenahi pegawai pada instansi di bawah naungannya, terutama Direktorat Jenderal Pajak (DJP) dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) untuk mencegah kebocoran penerimaan.

Bendahara negara yakin hasil dari berbagai upaya itu tercermin pada kinerja penerimaan pajak Januari 2026.

“Jadi, ekonomi yang lebih cepat adalah modal saya untuk mengendalikan pendapatan, rasio pajak (tax ratio), maupun defisit anggaran,” tuturnya.

Berdasarkan laporan Kementerian Keuangan, penerimaan pajak tumbuh tinggi mencapai 30,8 persen dengan nilai sebesar Rp116,2 triliun, setara 4,9 persen dari target APBN 2026 sebesar Rp2.357,7 triliun.

Kinerja penerimaan pajak menjadi penopang utama penerimaan negara yang tercatat mencapai Rp172,7 triliun per 31 Januari 2026, tumbuh 9,8 persen dibandingkan realisasi Januari tahun lalu senilai Rp157,3 triliun.

Realisasi penerimaan per Januari itu setara dengan 5,5 persen target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 sebesar Rp3.153,6 triliun.

sumber : ANTARA

Read Entire Article
Politics | | | |