Sirine Berbunyi dari Utara Hingga Selatan Israel, Rudal Iran Incar Situs Nuklir Dimona

8 hours ago 10

REPUBLIKA.CO.ID, DOHA — Sirine tanda datangnya serangan drone dan rudal kembali berbunyi di kota-kota Israel  pada Senin (9/3/2026). Jika sebelumnya serangan Iran cenderung terfokus pada titik-titik tertentu, kali ini Teheran mengirimkan pesan yang jauh lebih destruktif, yakni dari ujung utara hingga jauh ke selatan gurun Negev.

Raungan sirine pertahanan udara pun berbunyi serentak di wilayah Tel Arad dan Dimona—sebuah lokasi yang sangat sensitif karena menjadi rumah bagi pusat penelitian nuklir Israel. Pada saat yang sama, wilayah utara dari kota pelabuhan Haifa hingga Tiberias, Lembah Jezreel, Beisan, hingga Galilea Bawah, juga berada di bawah ancaman langsung hujan rudal balistik Iran, lapor Al Jazeera.

Prosedur keamanan di Israel kini berjalan dalam hitungan detik. Berdasarkan laporan militer Israel (IDF), sistem deteksi dini biasanya akan memberikan peringatan awal segera setelah rudal terdeteksi meluncur dari daratan Iran.

Sekitar lima hingga enam menit kemudian, sirine akan mulai meraung di area yang diprediksi menjadi titik jatuh. Interval waktu yang sangat singkat ini menjadi satu-satunya kesempatan bagi warga sipil untuk berlari menuju bunker atau ruang perlindungan bawah tanah sebelum dentuman keras—baik dari hasil intersepsi sistem Arrow dan David's Sling maupun hantaman langsung rudal ke permukaan—menggetarkan tanah.

Spektrum Serangan yang Meluas

Analis militer mencatat bahwa serangan kali ini menandai perubahan taktik yang signifikan dalam Operasi True Promise 4. Dengan menyasar Dimona di selatan dan Haifa di utara secara simultan, Iran memaksa sistem pertahanan udara Israel bekerja hingga melampaui batas maksimalnya.

"Serangan ini dirancang untuk memecah konsentrasi radar pertahanan udara," ujar seorang pengamat keamanan regional. Fokus pada wilayah Negev, khususnya di sekitar instalasi nuklir Dimona, dianggap sebagai pesan psikologis berat bahwa infrastruktur paling rahasia dan paling dijaga ketat sekalipun kini berada dalam jangkauan hulu ledak Teheran.

Di Haifa, kota yang biasanya ramai dengan aktivitas pelabuhan, jalanan kini lengang. Suara ledakan terdengar bersahutan di langit saat rudal pencegat mencoba menghalau proyektil yang datang. Warga melaporkan melihat jejak cahaya putih yang membelah kegelapan malam, diikuti oleh kilatan cahaya oranye besar yang menerangi cakrawala.

Situasi ini semakin memperumit krisis kemanusiaa

n di dalam Israel. Dengan jangkauan rudal yang mencakup hampir seluruh wilayah negara, ruang gerak logistik dan operasional militer menjadi sangat terbatas. Kini, saat sirine terus meraung di pusat-pusat populasi dari Beisan hingga Lembah Jezreel, warga hanya bisa menunggu dalam doa di balik dinding-dinding beton bunker, menanti kapan hujan api dari langit ini akan berakhir.

Read Entire Article
Politics | | | |