Suasana sepi terlihat di konter lapor diri akibat adanya pembatalan penerbangan ke Timur Tengah di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Ahad (1/3/2026). Akibat terjadinya perang antara Iran, Israel dan Amerika sejumlah maskapai yang melayani penerbangan ke Timur Tengah membatalkan sejumlah penerbangannya.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Pemerintah menargetkan Bandara Internasional Soekarno-Hatta menembus jajaran 10 bandara terbaik dunia pada 2029. Saat ini, bandara terbesar di Indonesia tersebut berada di peringkat ke-22 dunia.
Direktur Utama InJourney Airports Mohammad R Pahlevi mengatakan transformasi Bandara Soekarno-Hatta terus dipercepat melalui kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan, termasuk InJourney Holding dan Danantara Indonesia.
“Transformasi bandara sudah dijalankan InJourney Airports sejak 2024 dengan berbasis tiga pilar, yaitu premises, people, dan process, dengan teknologi sebagai fungsi pendukung,” ujar Pahlevi dalam keterangan tertulis di Jakarta, Ahad (12/7/2026).
Pilar premises berfokus pada pembangunan infrastruktur bandara yang berorientasi pada pelayanan. Sementara itu, people diarahkan untuk menghadirkan pelayanan staf berkelas dunia dan process memperkuat operasional bandara berbasis ekosistem.
Pahlevi mengatakan sejumlah program transformasi telah direalisasikan. Salah satunya ialah Terminal Khusus Haji dan Umrah 2F yang diresmikan Presiden Prabowo Subianto pada 2025.
Pada tahun yang sama, InJourney Airports juga membuka kembali Terminal 1C setelah proses revitalisasi selesai. Program pembenahan Terminal 3 turut mengantarkan terminal tersebut meraih predikat bintang empat dari Skytrax.
Pada 2026, transformasi dilanjutkan melalui revitalisasi Terminal 1A. Program tersebut ditujukan untuk meningkatkan kualitas pelayanan, melengkapi fasilitas, dan menaikkan kapasitas terminal dari 5,7 juta menjadi 10 juta penumpang per tahun.

3 hours ago
6









































