Studi: Minum 2 Cangkir Kopi Bisa Lindungi Otak dari Demensia

2 hours ago 5

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Minum kopi atau teh setiap hari disebut berpotensi membantu meningkatkan kesehatan otak seiring bertambahnya usia. Hal ini berdasarkan pada studi terbjaru yang menemukan bahwa konsumsi kafein berkaitan dengan penurunan risiko demensia dan perlambatan penurunan fungsi kognitif.

Penelitian tersebut menunjukkan konsumsi dua hingga tiga cangkir kopi berkafein atau satu hingga dua cangkir teh per hari dapat membantu menurunkan risiko demensia, memperlambat penurunan kognitit, serta menjaga fungsi kognitif tetap optimal. "Ketika mencari kemungkinan alat pencegahan demensia, kami melihat bahwa sesuatu yang umum dikonsumsi seperti kopi dapat menjadi intervensi pola makan yang menjanjikan," kata penulis senior studi dan asisten profesor di Harvard Medical School, Daniel Wang, dilansir laman Euro News, Rabu (11/2/2026).

Hasil penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal JAMA tersebut menemukan bahwa konsumsi kafein dalam jumlah sedang dikaitkan dengan penurunan risiko demensia hingga 18 persen. Manfaat ini paling terlihat pada kelompok dengan asupan katein sedang.

Meski demikian, konsumsi kafein dalam jumlah lebih tinggi tidak menunjukkan efek negatif dan tampak memberikan manfaat perlindungan saraf yang serupa dengan konsumsi sedang. Para peneliti menyebut kopi dan teh mengandung senyawa bioaktif, seperti polifenol dan kafein, yang berpotensi bertindak sebagai faktor neuroprotektif. Senyawa ini diduga mampu mengurangi peradangan dan kerusakan sel, sekaligus mendukung kesehatan fungsi kognitif.

Studi ini melibatkan lebih dari 130 ribu peserta yang menjalani penilaian pola makan, fungsi kognitif, serta status demensia. Para peserta dipantau hingga 43 tahun untuk melihat hubungan antara konsumsi kopi berkafein, teh, dan kopi tanpa kafein dengan risiko demensia serta kesehatan kognitif jangka panjang. Selama periode pemantauan, sebanyak 11.033 peserta diketahui mengalami demensia.

Hasil analisis menunjukkan, baik pada pria maupun perempuan, kelompok dengan asupan kafein tertinggi memiliki risiko demensia 18 persen lebih rendah dibandingkan dengan mereka yang mengonsumsi sedikit atau tidak mengonsumsi kafein sama sekali. Selain itu, peminum kopi juga melaporkan gejala penurunan kognitif subjektif yaitu 7,8 persen dibandingkan 9,5 persen pada kelompok yang tidak mengonsumsi kopi.

Namun, para peneliti menegaskan bahwa penelitian ini bersifat observasional sehingga tidak dapat membuktikan hubungan sebab-akibat secara langsung. Studi ini juga tidak mempertimbangkan perbedaan jenis kopi atau teh, termasuk roast level, asal bahan, maupun metode penyeduhan.

Penelitian ini menekankan pentingnya pencegahan dini dalam menghadapi demensia, mengingat terapi yang tersedia saat ini masih memberikan manfaat terbatas ketika gejala sudah muncul.

Fokus pada pencegahan mendorong para peneliti untuk menelaah peran faktor gaya hidup, termasuk pola makan, dalam perkembangan demensia. Penyakit ini umumnya berkembang secara bertahap, dimulai dari penurunan kognitif subjektif, berlanjut ke gangguan kognitif ringan, hingga akhirnya menjadi demensia klinis.

Para peneliti mengingatkan bahwa meskipun hasil penelitian ini menjanjikan, efek perlindungan yang ditemukan tergolong kecil dan terdapat banyak cara lain untuk menjaga fungsi kognitif seiring bertambahnya usia. "Studi kami menunjukkan bahwa konsumsi kopi tau teh berkafein dapat menjadi salah satu bagian dari upaya tersebut," kata Wang.

Read Entire Article
Politics | | | |