REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tidak sedikit orang tua menganggap, anak yang mau makan dan terlihat aktif sering kali dianggap cukup sebagai tanda sehat. Piring kosong, jadwal makan teratur, dan berat badan yang sesuai usia menjadi tolok ukur utama.
Namun dalam konteks gizi anak, kenyang ternyata belum tentu berarti kebutuhan nutrisi terpenuhi. Dalam dunia medis, persoalan ini dikenal sebagai hidden hunger, kondisi ketika anak mengalami kekurangan zat gizi mikro penting meski asupan makannya terlihat cukup.
Data lain menunjukkan, satu dari dua anak usia 0,5 hingga 12 tahun belum mencukupi kebutuhan mikronutrien seperti zinc, vitamin A, vitamin B kompleks, vitamin C, dan vitamin D. Padahal, nutrisi ini berperan penting dalam menjaga energi, fokus, daya tahan tubuh, hingga fungsi kognitif anak.
Kondisi itu sering kali tidak disadari karena tidak selalu menimbulkan gejala yang kasat mata. Anak tetap bisa tampak ceria dan aktif, tetapi di balik itu berisiko mengalami gangguan konsentrasi, mudah lelah, hingga hambatan tumbuh kembang dalam jangka panjang.
Kekurangan vitamin D masih menjadi perhatian serius, dengan satu dari empat anak Indonesia tercatat mengalami insufisiensi atau defisiensi nutrisi yang berperan penting bagi imunitas dan kekuatan tulang. CEO Tentang Anak, dr Mesty Ariotedjo menyebut, pemenuhan nutrisi anak tidak bisa hanya berhenti pada soal makan kenyang.
"Nutrisi anak yang tercukupi adalah modal dari otak yang cerdas dan generasi negara yang berkualitas. Jika kita ingin dunia yang lebih baik, semuanya dimulai dari rumah, beri cukup cinta dan beri cukup nutrisi," ujarnya dalam siaran di Jakarta, Rabu (11/2/2026).
Persoalan hidden hunger juga berkaitan erat dengan tantangan gizi anak yang lebih luas. Hampir satu dari lima balita di Indonesia masih mengalami stunting, kondisi yang dapat menghambat pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, serta kesiapan anak menghadapi masa depan.
Situasi itu menunjukkan, perhatian terhadap kualitas nutrisi sama pentingnya dengan kuantitas makanan yang dikonsumsi anak. Di tengah kompleksitas tersebut, edukasi nutrisi yang relevan dengan keseharian keluarga menjadi kunci. Salah satunya hadir melalui Boostopia, playground edukatif yang mengajak anak mengenal peran vitamin dan mineral lewat pengalaman bermain interaktif.

2 hours ago
6















































