Sutradara The Voice of Hind Rajab Tolak Trofi, Nggak Sudi Bersanding dengan Jenderal Israel

3 hours ago 5

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sutradara film The Voice of Hind Rajab, Kaouther Ben Hania, menolak menerima penghargaan Most Valuable Film di Festival Film Internasional Berlin (Berlinale). Keputusan ini diambil setelah Ben Hania mengetahui seorang jenderal Israel juga menerima penghargaan di acara yang sama.

Dalam pidatonya, Ben Hania mengatakan penolakan trofi ini menjadi bentuk tanggung jawab moralnya. la kemudian menggunakan momen tersebut untuk menyuarakan tuntutan keadilan dan akuntabilitas atas kematian Hind Rajab, seorang gadis Palestina berusia 5 tahun yang meninggal akibat tembakan brutal tentara Israel di Gaza pada 2024. Dua paramedis yang berusaha menyelamatkannya juga dilaporkan meninggal akibat ditembaki.

"Tentara Israel membunuh Hind Rajab dan keluarganya. Tentara Israel juga membunuh dua paramedis yang datang untuk menyelamatkannya, dengan keterlibatan pemerintah dan lembaga-lembaga paling berkuasa di dunia," kata Ben Hania seperti dilansir laman Anadolu, Kamis (19/2/2026).

"Keputusan saya sederhana. Keadilan berarti pertanggungjawaban. Tanpa pertanggungjawaban, tidak ada perdamaian," kata dia.

Ben Hania menegaskan tidak ingin tragedi kematian Hind Rajab dan keluarganya hanya dijadikan sebagai pelengkap dalam pidato formal tentang perdamaian. Selama sistem dan kekuatan yang memungkinkan kejahatan itu terjadi belum dimintai pertanggungiawaban, ia menolak bersikap seolah semuanya baik-baik saja.

"Jadi malam ini, saya tidak akan membawa pulang penghargaan ini. Saya meninggalkannya di sini sebagai pengingat. Dan ketika perdamaian diupayakan sebagai kewajiban hukum dan moral, yang berakar pada pertanggungjawaban atas genosida, maka saya akan kembali dan menerimanya dengan gembira," kata dia.

Ben Hania mengatakan kematian Hind bukan kejadian tunggal, melainkan bagian dari genosida. la pun mengkritik tokoh-tokoh politik yang menggambarkan pembunuhan warga sipil skala besar di Palestina sebagai bentuk "pembelaan diri Israel" atau "keadaan yang kompleks".

"Perdamaian membutuhkan keadilan dan pertanggungjawaban, bukan slogan-slogan yang muluk-muluk," ujar Ben Hania.

Film The Voice of Hind Rajab didasarkan pada kisah nyata Hind Rajab, yang terjebak di dalam mobil keluarganya pada 29 Januari 2024 setelah mobil tersebut dihujani tembakan tentara Israel di Kota Gaza dan ditemukan tewas setelah hampir dua pekan dalam ketidakpastian. Hind sedang bepergian bersama keluarganya, termasuk sepupunya yang berusia 15 tahun, Layan Hamadeh, melarikan diri dari pertempuran di Gaza utara ketika mereka dihujani tembakan Israel, menurut Bulan Sabit Merah Palestina.

Film ini berpusat pada rekaman audio panggilan telepon terakhir Hind ke Masyarakat Bulan Sabit Merah Palestina, di mana ia memohon bantuan. Insiden tersebut menuai kritik global setelah muncul laporan bahwa Israel awalnya berusaha menyangkal kematiannya, bersamaan dengan klaim bahwa pembunuhan itu tidak adil.

Read Entire Article
Politics | | | |