REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Presiden AS Donald Trump menghubungkan tingkah agresif AS belakangan dengan kegagalannya memenangkan hadiah Nobel perdamaian. Hal ia ia sampaikan di ketegangan trans-Atlantik mengenai pulau Arktik semakin meningkat dan mengancam akan mengobarkan kembali perang dagang dengan UE.
Dalam pesan teks luar biasa yang dikirim pada hari Ahad kepada perdana menteri Norwegia, Jonas Gahr Støre, presiden AS menulis bahwa setelah dihina untuk mendapatkan penghargaan tersebut, dia tidak lagi merasa perlu untuk memikirkan “perdamaian semata”.
“Mengingat Negara Anda memutuskan untuk tidak memberi saya Hadiah Nobel Perdamaian karena telah menghentikan lebih dari delapan perang, saya tidak lagi merasa berkewajiban untuk memikirkan Perdamaian semata,” tulisnya dilansir the Guardian.
Hadiah Nobel perdamaian diberikan oleh komite Nobel Norwegia, sebuah badan swasta beranggotakan lima orang yang anggotanya – sebagian besar pensiunan politisi – ditunjuk oleh parlemen Norwegia namun keputusannya independen dari pemerintah.
Trump berkampanye habis-habisan untuk memenangkan penghargaan tahun lalu dengan dalih menjembatani sejumlah gencatan senjata. Namun, penghargaan itu dianugerahkan kepada María Corina Machado, pemimpin oposisi Venezuela yang sedianya pendukung Trump juga.
Dia menerima penghargaan itu di Oslo bulan lalu namun sejak itu mendedikasikannya untuk Trump dan minggu lalu memberikan medalinya kepadanya. Pemberian medali itu setelah Trump memerintahkan serangan ke Venezuela dan meyulik presiden Nicolas Maduro yang merupakan rival Machado.
Dalam pesannya ke Norwegia, Trump menambahkan bahwa AS membutuhkan “kendali penuh dan total” atas Greenland. Trump telah meningkatkan upayanya untuk merebut pulau tersebut, yang sebagian besar merupakan wilayah pemerintahan mandiri Denmark. Dalam beberapa pekan terakhir, dengan mengatakan bahwa AS akan mengambil kendali atas pulau Arktik tersebut “dengan cara apa pun” dan, pada akhir pekan: “Sekarang saatnya, dan hal itu akan terlaksana!!!”
Pada hari Sabtu ia mengancam akan menerapkan tarif hukuman sebesar 10 persen, yang kemudian meningkat menjadi 25 persen, pada impor dari Denmark, Norwegia, Swedia, Perancis, Jerman, Inggris, Belanda dan Finlandia kecuali mereka membatalkan keberatan mereka terhadap rencana tersebut.
Perselisihan ini telah menjerumuskan hubungan perdagangan antara UE dan AS ke dalam kekacauan baru, memaksa blok tersebut untuk mempertimbangkan tindakan pembalasan, dan juga berisiko menghancurkan aliansi trans-Atlantik NATO yang telah menjamin keamanan negara-negara Barat selama beberapa dekade.

13 hours ago
7















































