REPUBLIKA.CO.ID, TANGERANG SELATAN — Pemerintah Kota Tangerang Selatan akan meluncurkan layanan digital berbasis AI bernama Tangsel ONE pada 30 April 2026. Platform ini memungkinkan warga mengurus izin hingga mencari kuliner hanya lewat percakapan WhatsApp.
Layanan ini dibuat sebagai pusat sistem terpadu untuk memangkas birokrasi dan mempercepat akses informasi publik. Pemkot menargetkan layanan lebih responsif dengan pendekatan chat-first berbasis kecerdasan buatan.
Kepala Dinas Kominfo Tangerang Selatan TB Asep Nurdin mengatakan, platform ini menjadi langkah transformasi digital pemerintahan. “Masyarakat Tangerang Selatan hidup di kota yang dinamis dan terus tumbuh. Seiring dengan meningkatnya aktivitas, muncul tantangan baru mengenai bagaimana informasi dan kebutuhan warga bisa diakses dengan cepat, mudah, dan terhubung dalam satu sistem yang efisien. Tangsel ONE lahir untuk menjawab tantangan itu sebagai pusat layanan digital terpadu,” kata Asep, Selasa (24/3/2026).
Asep menjelaskan, warga bisa mengurus perizinan, menyampaikan aduan, hingga mencari informasi kota dalam satu kanal. Semua layanan diakses melalui percakapan tanpa perlu tatap muka.
“Bagi kami, smart city bukan sekadar soal teknologi atau digitalisasi semata. Ini tentang manusia—tentang warga Kota Tangerang Selatan yang berhak mendapatkan pelayanan publik yang cepat, transparan, dan benar-benar memudahkan hidup mereka. Teknologi hanyalah alat, tetapi tujuan utamanya adalah menghadirkan pemerintah yang lebih hadir, lebih responsif, dan lebih peduli pada kebutuhan masyarakat,” ujar Asep.
Platform ini juga menyediakan rekomendasi wisata dan kuliner lokal. Warga cukup mengetik permintaan di ruang obrolan untuk mendapatkan informasi.
“Mulai dari rekomendasi destinasi wisata, eksplorasi kuliner lokal, hingga informasi layanan publik lainnya. Semua tersaji dalam satu ruang obrolan,” ucap Asep.
Akses layanan dilakukan dengan memindai kode QR yang tersedia di kanal resmi dan ruang publik. Warga kemudian langsung terhubung ke WhatsApp resmi Tangsel ONE.
“Peluncuran resmi layanan ini dijadwalkan akan dilaksanakan pada 30 April 2026. Untuk mengaksesnya sangat mudah, warga cukup melakukan pemindaian pada kode QR yang telah kami sediakan di berbagai kanal informasi resmi atau melalui papan reklame di sudut-sudut kota,” ucap Asep.
Pemkot juga menyiapkan sistem layanan 24 jam dengan gaya komunikasi ramah namun tetap profesional. Platform ini diposisikan sebagai asisten kota bagi warga.
“Melalui Tangsel ONE, kami memposisikan diri sebagai ‘asisten kota’ yang siap membantu selama 24 jam penuh setiap harinya,” kata Asep.
Pemkot mengusung konsep “Satu Akses, Satu Data, Satu Tangsel” untuk mengintegrasikan ribuan layanan dalam satu pintu. Sistem ini diharapkan mempercepat transformasi digital kota dan meningkatkan kualitas pelayanan publik.

3 hours ago
4
















































