Tinjau Kesiapan Mudik Lebaran di DIY, Menhub: Mohon Doanya Lebih Baik dari Tahun Lalu

3 hours ago 4

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Menteri Perhubungan RI, Dudy Purwagandhi melakukan kunjungan kerja ke Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) untuk memastikan kesiapan penyelenggaraan Angkutan Lebaran 2026. Kunjungan ini menjadi bagian dari koordinasi nasional Kementerian Perhubungan dalam rangka menjamin kelancaran arus mudik dan balik tahun ini. Koordinasi lintas sektor ini secara rutin dilakukan setiap menjelang masa angkutan Lebaran.

"Ini bagian dari koordinasi kami Kemenhub berkaitan dengan pelaksanaan angkutan lebaran 2026. Jadi kami sebelum pelaksanaan angkutan lebaran selalu berkoordinasi dengan seluruh stakeholders, baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah, harapannya kita bisa melayani saudara-saudara kita yang akan melakukan perjalanan mudik," kata Dudy saat memberikan keterangan kepada wartawan di Kompleks Kepatihan Yogyakarta, Kamis (19/2/2026).

Berdasarkan laporan dari pemerintah daerah, Dudy menyampaikan, persiapan di DIY telah dilakukan secara matang.

"Alhamdulillah, persiapan sudah sedemikian rupa. Insya Allah mohon doanya dari teman-teman dan juga masyarakat bahwa penyelenggaraan 2026 ini bisa berjalan dengan baik dan lebih baik dari tahun kemarin," ujarnya.

Terkait kesiapan di Sumatera pascabencana akhir tahun lalu, Menhub memastikan sebagian besar simpul transportasi tetap dapat beroperasi saat Lebaran. Namun, ia mengakui masih terdapat sejumlah fasilitas yang memerlukan perbaikan, khususnya pada sektor perkeretaapian. Beberapa jalur kereta di Sumatera Utara disebutnya masih mengalami kerusakan akibat terendam dan tergerus air.

"Kami dari Perhubungan ya menyiapkan segala sesuatunya. Kebetulan sarana maupun simpul-simpul transportasi kita tidak terlalu banyak terdampak seperti pelabuhan maupun bandara sehingga bisa digunakan pada pelaksanaan lebaran tahun ini," ujarnya.

"Memang ada beberapa fasilitas khususnya yang fasilitas terminal yang kemudian ada juga kereta yang masih membutuhkan waktu berkaitan dengan perbaikan. Karena kereta seperti di Sumatera Utara ada yang putus ya, tergenang, kemudian juga bawahnya itu tersapu dengan air, jadi kami membutuhkan waktu untuk melakukan perbaikan. Namun yang lainnya kami Insya Allah bisa dipergunakan seperti pelabuhan maupun bandara," ucap dia menambahkan.

DIY Optimalkan Signage dan Jalur Alternatif

Sementara itu, Sekretaris Daerah DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti menyampaikan, kunjungan Menhub merupakan agenda rutin untuk memastikan kesiapan daerah menghadapi lonjakan pemudik.

Salah satu strategi yang didorong pemerintah pusat adalah kebijakan Work From Anywhere (WFA) guna mengurai kepadatan pada hari-hari puncak arus mudik. Meski demikian, kebijakan tersebut dinilai memiliki tantangan di sektor swasta, khususnya industri manufaktur yang tidak memungkinkan sistem kerja fleksibel. Menurutnya, mayoritas pemudik masih menggunakan kendaraan pribadi dan sepeda motor, sehingga manajemen lalu lintas menjadi kunci utama.

Di DIY pun akan mengoptimalkan fungsi masjid-masjid di sepanjang jalur mudik sebagai rest area tambahan.

"Kita belajar dari Nataru (Natal dan Tahun Baru) kemarin ya. Kondisinya cukup baik dan kondusif. Ya macet sih, macet ya, tapi enggak seperti yang lalu-lalu yang sampai crowded, kendaraan itu tidak stuck, sampai tidak bisa jalan. Pokoknya sudah bisa jalan," ungkap Ni Made.

Untuk Lebaran 2026, Pemda DIY juga akan memperkuat pemasangan rambu dan signage di titik-titik krusial, terutama pada percabangan jalur menuju pusat kota maupun jalur alternatif.

"Memperkuat signage-signage di titik-titik di mana kita harus memilih. Kita mau ke tengah kota atau mau ke tujuan yang bisa cepat sampai. Misalkan kalau kita dari timur mau ke Magelang, ya sudah jangan lewat tengah gitu ya, lewat jalan yang yang sudah ditentukan sebagai jalur alternatif," ujarnya.

Read Entire Article
Politics | | | |