REPUBLIKA.CO.ID, CIKAMPEK -- Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho menyampaikan, pihaknya menyiapkan Tol Jakarta-Cikampek (Japek) II Selatan dan ruas Bocimi sebagai jalur intervensi untuk mengelola arus balik Lebaran 2026. Jalur itu disiapkan terutama untuk kendaraan yang datang dari wilayah Jawa Barat dan koridor selatan.
Agus menjelaskan, pengelolaan arus balik tidak hanya bertumpu pada ruas tol utama, melainkan juga memerlukan distribusi kendaraan melalui jalur alternatif dan fungsional. Skema itu diterapkan agar beban kendaraan yang bergerak menuju Jakarta dapat diurai lebih awal ketika volume lalu lintas meningkat.
“Yang dari Jawa Barat juga demikian, bisa kita lakukan intervensi-intervensi manajemen rekayasa lalu lintas. Khususnya fungsional Tol Japek II Selatan termasuk di Bocimi dari Parung Kuda sampai ke arah tengah dan sebaliknya. Pada saat siang hari, digunakan untuk arus balik,” kata Kakorlantas di Rest Area KM 62 Tol Jakarta-Cikampek, Sabtu (28/3/2026) malam WIB.
Menurut Agus, jalur selatan menjadi salah satu perhatian utama pada fase arus balik gelombang kedua. Arus kendaraan dari kawasan itu dinilai berpotensi menambah tekanan pada jalur utama menuju Jakarta, terutama ketika volume kendaraan dari arah timur meningkat dalam waktu bersamaan.
Karena itu, Korlantas menempatkan rekayasa lalu lintas di wilayah selatan sebagai bagian dari strategi pengendalian menyeluruh. Intervensi tidak hanya dilakukan di ruas tol, tetapi juga di jalur arteri yang menjadi penghubung penting bagi kendaraan dari daerah wisata, kota-kota penyangga, hingga koridor antarkabupaten.
“Arteri memang cukup padat, tetapi sudah kita kelola dengan baik,” ujar Agus.
Ia menjelaskan, jajaran kepolisian di daerah telah diminta aktif turun ke lapangan untuk mengurai kepadatan di jalur non-tol. Pengelolaan itu dilakukan oleh Kapolda, Kapolres, hingga Kasatlantas, terutama di jalur Pantura dan jalur selatan yang pada Sabtu malam masih menunjukkan kepadatan.
Pada saat yang sama, Korlantas juga masih mempertahankan one way lokal tahap dua di ruas utama dari KM 263 sampai KM 70. Contraflow satu lajur dari KM 70 hingga KM 55 ke arah Jakarta juga tetap dijalankan karena arus menuju Ibu Kota masih cukup padat.
Agus mengungkapkan, skenario perluasan rekayasa lalu lintas sempat dipertimbangkan pada Sabtu pagi. Namun, rencana penarikan one way ke arah timur belum dijalankan setelah laporan dari Jawa Tengah menunjukkan arus kendaraan masih landai, termasuk dari parameter Gerbang Tol Kalikangkung yang belum tinggi.
Meski kondisi arus balik tahap kedua belum terlalu tinggi, Korlantas tetap menyiapkan langkah lanjutan bila terjadi lonjakan kendaraan pada Ahad (29/3/2026). Salah satu opsi yang disiapkan adalah penerapan one way lokal tahap tiga, seiring kemungkinan meningkatnya arus dari arah timur dan selatan.

8 hours ago
5















































