Trump akan Bangun Pangkalan Militer Tampung Ribuan Tentara Asing di Gaza, Bertembok Lapis Baja

3 hours ago 6

Warga Palestina memeriksa lokasi serangan udara Israel yang menargetkan kamp tenda yang menampung pengungsi di Khan Younis di Jalur Gaza selatan, 4 Februari 2026. Menurut Bulan Sabit Merah Palestina, setidaknya dua orang tewas dan 12 lainnya terluka dalam serangan itu.

REPUBLIKA.CO.ID, GAZA— Surat kabar Inggris The Guardian pada Kamis (20/2/2026) mengatakan dokumen dan catatan yang mereka lihat menegaskan pemerintahan Presiden AS Donald Trump berencana membangun pangkalan militer di Gaza untuk menjadi markas bagi ribuan tentara dari berbagai negara.

Menurut dokumen tersebut, kompleks tersebut mencakup area seluas sekitar 350 feddan dan direncanakan sebagai pangkalan untuk pasukan multinasional, di mana pasukan ini merupakan bagian dari Dewan Perdamaian yang baru dibentuk dalam kerangka rencana Trump untuk menghentikan perang di Gaza.

Rencana tersebut mencakup pembangunan lokasi militer secara bertahap, yang akan dikelilingi oleh 26 menara pengawas lapis baja, lapangan senjata kecil, bunker, gudang peralatan militer yang diperlukan untuk operasi, dan akan sepenuhnya dikelilingi oleh kawat berduri.

The Guardian, mengutip sumber yang mengetahui rencana tersebut, melaporkan bahwa dokumen kontrak untuk pembangunan pangkalan militer telah dikeluarkan oleh Dewan Perdamaian dan disusun dengan bantuan pejabat kontrak Amerika.

Lebih dari 70 negara turut ambil bagian dalam Pusat Komando Sipil-Militer Amerika Serikat (AS) untuk Jalur Gaza, kata Duta Besar AS untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Mike Waltz, Kamis (19/2/2026).

“Lebih dari 70 negara kini berpartisipasi dalam pusat komando sipil-militer kami, dan berikut hasilnya,” ujar Waltz dalam pertemuan perdana Board of Peace (Dewan Perdamaian) di United States Institute of Peace (Institut Perdamaian AS) di Washington.

Waltz mengatakan bantuan kemanusiaan ke Gaza meningkat secara signifikan. Dia menyebutkan sebanyak 4.200 truk bantuan telah memasuki wilayah Palestina setiap pekan selama 13 pekan berturut-turut.

sumber : Antara

Read Entire Article
Politics | | | |