REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pelatih timnas Inggris Thomas Tuchel menolak menempatkan timnya sebagai favorit juara Piala Dunia 2026. Meski demikian, pelatih asal Jerman itu menegaskan The Three Lions tetap memiliki ambisi besar untuk mengakhiri penantian panjang meraih trofi dunia.
Menjelang dimulainya turnamen pada Jumat (12/6/2026), Inggris menjadi salah satu tim yang banyak diperhitungkan bersama Spanyol, Prancis, Brasil, Portugal, dan juara bertahan Argentina. Namun, Tuchel menilai status favorit belum layak disematkan kepada timnya karena Inggris belum pernah menjuarai Piala Dunia sejak 1966.
"Kami bukan favorit utama. Kami tidak bisa disebut favorit karena sudah sangat lama tidak memenangi turnamen ini," kata Tuchel dalam konferensi pers di Palm Beach Gardens, Florida, Rabu (10/6/2026), dikutip dari ESPN.
Menurut mantan pelatih Chelsea dan Bayern Munchen tersebut, negara-negara yang memiliki rekam jejak juara dalam beberapa dekade terakhir lebih layak menyandang status unggulan. Meski demikian, ia menegaskan Inggris tetap datang dengan target tertinggi.
"Kami bersaing untuk memperebutkan trofi. Kami bermimpi besar dan ingin melangkah sejauh mungkin. Tetapi saya melihat kami sebagai penantang, bukan favorit utama," ujarnya.
Tuchel menilai capaian Inggris dalam beberapa turnamen besar terakhir menunjukkan bahwa timnya memiliki kualitas untuk menjadi juara. Di bawah asuhan Gareth Southgate, Inggris mencapai semifinal Piala Dunia 2018, perempat final Piala Dunia 2022, serta dua kali beruntun tampil di final Piala Eropa.
"Hasil-hasil itu sangat relevan. Jika Anda bisa mencapai final Euro, semifinal dan perempat final Piala Dunia, berarti Anda sudah berada sangat dekat. Kadang hanya dibutuhkan sedikit keberuntungan untuk menjadi juara," katanya.
Meski optimistis dengan peluang timnya, Tuchel menekankan pentingnya menjaga fokus selama turnamen. Ia mengibaratkan perjalanan menuju gelar juara seperti mendaki gunung yang harus dilakukan secara bertahap.
"Jika ingin mencapai puncak gunung, Anda harus melangkah dari satu base camp ke base camp berikutnya. Jika terlalu jauh memikirkan tujuan akhir, Anda bisa kehilangan fokus," ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Tuchel juga menanggapi isu di luar lapangan terkait Piala Dunia, termasuk kasus wasit asal Somalia Omar Artan yang dikabarkan gagal bertugas setelah ditolak masuk ke Amerika Serikat. Ia memilih tidak terlibat dalam pembahasan politik dan ingin sepenuhnya berkonsentrasi pada sepak bola.
"Saya berterima kasih kepada Federasi Sepak Bola Inggris karena mengizinkan saya fokus menjadi pelatih dan berbicara tentang sepak bola. Turnamen ini sudah cukup sulit tanpa harus terdistraksi oleh hal-hal lain," kata Tuchel.
sumber : Antara

2 hours ago
6

















































