UAD Sambut 4.940 Mahasiswa Baru Lewat Program Pengenalan Kampus

3 hours ago 3

REPUBLIKA.CO.ID, BANTUL -- Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menyambut sebanyak 4.940 mahasiswa baru dari berbagai daerah di Indonesia hingga mancanegara pada tahun akademik 2026/2027. Penyambutan mahasiswa baru tersebut dilakukan melalui Program Pengenalan Kampus (P2K) yang menjadi pintu awal mahasiswa mengenal lingkungan akademik dan kehidupan kemahasiswaan di UAD.

Rektor UAD Prof Muchlas mengatakan, P2K menjadi momentum bagi mahasiswa baru untuk mengenal pola belajar di perguruan tinggi, aktivitas kemahasiswaan, hingga berbagai kegiatan yang dapat mengembangkan keterampilan kepemimpinan dan soft skill. Setelah P2K, mahasiswa juga akan mengikuti rangkaian Masa Ta'aruf (Masta) dan kegiatan lainnya.

"Atas nama pimpinan Universitas Ahmad Dahlan mengucapkan selamat datang. Sugeng rawuh wonten ing kampus Dahlan Muda, Universitas Ahmad Dahlan untuk mengikuti perkuliahan dan pendidikan selama kurang lebih 3,5 sampai 4 tahun," kata Muchlas saat menyampaikan sambutannya di acara pembukaan Program Pengenalan Kampus (P2K) yang diselenggarakan di Jogja Expo Center, Yogyakarta, Selasa (15/9/2026).

Muchlas berpesan agar mahasiswa baru mengikuti seluruh rangkaian orientasi dengan serius, tanpa mengabaikan kesehatan. Ia juga menyebut P2K sebagai kesempatan bagi mahasiswa untuk mengeksplorasi minat dan bakat melalui berbagai kegiatan yang sesuai dengan ketertarikan mereka.

"Banyak sekali organisasi dari kemahasiswaan yang bisa adik-adik semua ikuti yang itu nanti akan mendukung pembentukan kepribadian dan karakter kita melalui proses-proses kegiatan kemahasiswaan," ujarnya.

Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UAD Dr. Gatot Sugiharto menyampaikan, jumlah mahasiswa baru yang diterima tahun ini mencapai 4.940 orang. Namun, tidak seluruh mahasiswa baru tersebut mengikuti P2K secara bersamaan.

Selama sekitar satu pekan, mahasiswa baru akan diperkenalkan dengan lingkungan UAD secara umum. Selanjutnya, mereka akan mengenal fakultas, program studi, hingga organisasi kemahasiswaan yang tersedia di kampus. Gatot menyebut UAD saat ini memiliki 11 fakultas dan 60 program studi. Selain kegiatan akademik, mahasiswa juga dapat mengembangkan pengalaman dan kemampuan melalui 122 organisasi kemahasiswaan.

"Kampus ini adalah Kawah Candradimuka untuk adik-adik mahasiswa baru. Mumpung berada di kampus silakan dieksplorasi kemampuannya melalui kegiatan-kegiatan yang positif," kata Gatot.

Gatot berharap mahasiswa baru dapat mengikuti setidaknya satu organisasi kemahasiswaan agar dapat mengasah kepemimpinan sekaligus mendapatkan pengalaman belajar di luar ruang kuliah. Ia ingin, lulusan UAD tidak hanya memiliki kemampuan akademik tetapi juga memiliki modal untuk menjalani di dunia kerja selanjutnya.

"Kami selalu menekankan pada adik-adik mahasiswa bahwa adik-adik nanti keluar dari kampus harus punya tiga modal setidaknya. Intellectual capital atau modal intelektual, lalu social capital, modal sosial, dan yang terakhir adalah moral capital," ujarnya.

Lebih lanjut, Gatot menyampaikan mahasiswa UAD kali ini berasal dari berbagai wilayah Indonesia. Kampus tersebut juga menerima mahasiswa internasional, di antaranya dari China, Korea, serta sejumlah negara lainnya. Mahasiswa asing tersebut tersebar di berbagai program studi, seperti teknik kimia, sastra Indonesia, sastra Inggris, ekonomi dan manajemen.

Menurut Gatot, mahasiswa dari Pattani, Thailand, salah satunya tertarik kuliah di UAD karena adanya pembelajaran Al Islam dan Kemuhammadiyahan. Sementara mahasiswa asal China banyak datang melalui kerja sama UAD dengan sejumlah perguruan tinggi di negara tersebut. Selain keberagaman asal mahasiswa, UAD juga mengenalkan sejumlah kekhasan program studinya. Salah satunya Fakultas Kedokteran yang memiliki fokus pembelajaran kedokteran kebencanaan. Minat terhadap Fakultas Kedokteran UAD disebutnya cukup tinggi. Namun, jumlah mahasiswa yang dapat diterima tetap dibatasi karena mengikuti ketentuan kementerian dan konsorsium.

"Di Universitas Ahmad Dahlan ada Fakultas Kedokteran dan fakultas kedokteran kita itu punya fokus pembelajarannya adalah dokter kebencanaan. Sehingga nanti lulusan dari Universitas Ahmad Dahlan khususnya di fakultas kedokteran itu punya kompetensi lebih yakni penanganan kebencanaan," kata Gatot.

Salah satu mahasiswa baru Kedokteran UAD, Michi Radies Pratama, asal Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, mengaku tertarik memilih UAD karena program kedokteran kebencanaan tersebut. Michi yang bercita-cita menjadi dokter spesialis forensik berharap selama menempuh pendidikan di UAD dirinya dapat berkembang sekaligus memiliki kemampuan yang bermanfaat bagi masyarakat.

"Saya memilih FK UAD karena punya program penanggulangan bencana yang langsung terjun ke masyarakat. Di daerah asal saya di Sumatera Selatan, isu seperti kebakaran hutan dan lahan serta gempa bumi masih sering terjadi. Saya ingin ikut serta menolong masyarakat di sana," ucap Michi.

Read Entire Article
Politics | | | |