Uni Eropa Bentuk Unit Pemadam Kebakaran Hutan Lintas Negara

3 hours ago 5

Komisioner iklim Uni Eropa mengumumkan pembentukan pemadam kebakaran Eropa yang terdiri dari 300 personel. (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, SIPRUS -- Komisioner iklim Uni Eropa mengumumkan pembentukan pemadam kebakaran Eropa yang terdiri dari 300 personel. Pembentukan pemadam kebakaran ini didorong semakin sering dan intensifnya kebakaran hutan di kawasan tersebut akibat perubahan iklim.

Komisioner Iklim Uni Eropa Wopke Hoekstra mengatakan "pasukan reaksi cepat" akan terdiri dari pemadam kebakaran dari 27 negara anggota. Mereka dapat segera dikerahkan bila diperlukan.

Hoekstra mengatakan keputusan pembentukan unit pemadam kebakaran ini diambil tahun lalu. Ia mengakui pemadam kebakaran Uni Eropa ini membutuhkan lebih banyak personel dan perlengkapan tetapi menurutunya langkah ini "kemajuan pesat dibandingkan lima tahun yang lalu."

"Ini jelas tanda solidaritas dan kami ingin mengatasi ini bersama," kata Hoekstra di konferensi pers setelah pertemuan menteri-menteri lingkungan dan iklim negara-negara Uni Eropa di Siprus, Sabtu (7/2/2026) lalu.

Hoekstra belum mengungkapkan dimana markas pusat pemadam kebakaran Uni Eropa itu. Ia juga tidak menjelaskan apakah unit ini akan mulai aktif pada musim kebakaran musim panas tahun ini.

Pada September tahun lalu Presiden Komisi Uni Eropa Ursula von der Leyen mengatakan Uni Eropa akan membentuk pemadam kebakaran kawasan di Siprus. Pemilihan lokasi itu dimaksudkan agar pemadam kebakaran Eropa juga dapat membantu kebakaran hutan di Timur Tengah.

Dilansir laman The Associated Press, dalam pidato tahunannya di Parlemen Eropa, von der Leyen mengatakan Uni Eropa membutuhkan "perangkatnya sendiri" untuk mengatasi kebakaran hutan yang semakin intensif dan sering akibat perubahan iklim yang membuat musim panas "semakin panas, keras dan berbahaya."

Penelitian yang dirilis Agustus tahun lalu menunjukkan perubahan iklim memperburuk kebakaran hutan selama musim panas di selatan Eropa. Studi itu memprediksi kebakaran hutan akan terus meningkat.

Pada Juni dan Juli tahun lalu wilayah Mediterania dilanda ratusan kebakaran hutan yang dipicu suhu di atas 40 derajat Celsius, kondisi yang sangat kering dan angin kencang.

Kebakaran itu menewaskan 20 orang, memaksa 80 ribu orang dievakuasi dan membakar lebih dari 1 juta hektar lahan. Penelitian dari kelompok ilmuwan World Weather Attribution mengungkapkan kebakaran hutan pada tahun 2025 lalu 22 persen lebih intensif dari tahun-tahun sebelumnya.

Tahun lalu juga tercatat sebagai tahun dengan kebakaran hutan terburuk di Eropa. Penelitian menemukan curah hujan sebelum musim kebakaran hutan, turun sekitar 14 persen dibandingkan masa pra-industri, ketika dunia mulai menggandalkan bahan bakar fosil.

Perubahan iklim juga memperpanjang pekan-pekan kering di Eropa, ketika hembusan angin hangat membuat vegitasi mudah terbakar.

Read Entire Article
Politics | | | |