Usai Lebaran Pertama, Volume Sampah di Depok Naik 17 Persen, Capai 1.100 Ton

16 hours ago 6
 Dok RUZKA INDONESIA) Gunungan sampah di TPA Cipayung, Kota Depok. (Foto: Dok RUZKA INDONESIA)

RUZKA-REPUBLIKA NETWORK -- Usai Lebaran Idul Fitri 1446 H, di hari pertama volume sampah yang diproduksi warga Kota Depok menkngkat.

Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok mencatat adanya peningkatan volume timbunan sampah sebesar 17 hingga 25 persen.

Adapun kenaikan produksi sampai disebabkan oleh meningkatnya aktivitas konsumsi masyarakat, maraknya pasar tumpah, serta berbagai kegiatan silaturahmi dan perayaan di lingkungan warga.

Lonjakan kenaikan volume sampah saat Lebaran merupakan tren tahunan yang sudah diantisipasi dengan sejumlah strategi pengelolaan.

Baca juga: Kemenko Polkam: Pergerakan Arus Balik Melalui Tol Cikampek Lancar Terkendali Dipastikan Lancar

“DLHK Kota Depok sudah mengantisipasi peningkatan volume sampah ini. Kami juga mengimbau kepada seluruh warga untuk meminimalisir timbunan sampah dengan kembali kepada kearifan lokal. Misalnya, menggunakan tempat makanan yang dapat dipakai kembali," jelas Kepala DLHK Kota Depok, Abdul Rahman dalam keterangan yang diterima, Sabtu (05/04/2025).

Berdasarkan data DLHK Kota Depok, timbunan sampah pada malam takbiran hingga Hari Raya pertama (H+1) Lebaran mencapai 1.100 ton.

Meskipun Tempat Pembuangan Akhir (TPA) tutup pada Hari Raya kedua (H+2), DLHK Kota Depok tetap mengoperasikan sembilan armada Satgas dan berhasil mengangkut sekitar 120 ton sampah.

Layanan pengangkutan sampah kembali normal pada Hari Raya ketiga (H+3) dengan volume mencapai 870 ton.

Baca juga: Libur Lebaran 2025, Terjadi 30 Kasus Kebakaran dan Penyelamatan di Depok

"Rata-rata timbulan sampah harian di Kota Depok sendiri berada di angka 1.300 ton. Jenis sampah yang paling mendominasi selama masa Lebaran adalah sampah domestik, seperti sisa makanan, plastik, kertas, logam, kain, dan barang-barang bekas rumah tangga lainnya," ungkap Rahman.

Meski tantangan meningkat, DLHK menegaskan bahwa kolaborasi warga sangat dibutuhkan dalam menjaga kebersihan dan keberlanjutan lingkungan.

“Kami mengapresiasi para petugas lapangan yang tetap siaga selama libur Idulfitri. Namun, tentu kami juga sangat berharap peran aktif masyarakat dalam mengelola sampah dengan bijak,” tambahnya.

Sebagai langkah jangka panjang, DLHK Kota Depok terus mendorong masyarakat untuk menerapkan prinsip Reduce, Reuse, Recycle (3R) dalam kehidupan sehari-hari, terlebih di masa perayaan besar seperti Lebaran.

Baca juga: Libur Lebaran di Kota Religius, Mares Depok Dipadati Pengunjung, Antri Seperti 'Beli Daging' Dipasar

“Idul Fitri adalah momen kemenangan. Mari kita rayakan dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab terhadap lingkungan, demi KotaDepok yang lebih bersih dan berkelanjutan. Dengan begitu, makna Idul Fitri bisa lebih luas dirasakan. Tidak hanya secara sosial, tapi juga bagi kelestarian lingkungan," pungkas Rahman. (***)

Read Entire Article
Politics | | | |