Viral Video Cekcok Driver Maxim dan Mahasiswi Rantau, Polresta Sleman Masih Selidiki

1 hour ago 2

REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN -- Video cekcok antara seorang pengemudi ojek daring Maxim dan seorang mahasiswi asal Pekalongan viral di media sosial. Peristiwa tersebut diketahui terjadi di Jalan Ali Maksum, Nogotirto, Kapanewon Gamping, Kabupaten Sleman, Ahad (1/2/2026), dan kini tengah diselidiki oleh Polresta Sleman.

Insiden cekcok ini menyita perhatian publik pasalnya selain menunjukkan  perselisihan keduanya terkait metode pembayaran, driver Maxim juga sempat menyebut dirinya adalah wartawan. Video yang diposting di akun Instagram @pekalongantrending tersebut langsung viral dan memicu beragam reaksi warganet.

"VIRAL!! MAHASISWI ASAL PEKALONGAN DIDUGA ALAMI KEKERASAN DRIVER MAXIM DI JOGJA," tulis keterangan dalam unggahan tersebut, dilihat Republika, Rabu (3/2/2026).

"Kronologi singkat: Pesan Maxim Car, sejak chat awal sudah terasa tidak sopan, mau bayar cash Rp 100 ribu, driver tidak ada kembalian. Korban diminta tukar uang ke toko, padahal anak perantauan & tidak tahu lokasi. Saat direkam, driver marah-marah, diduga terjadi kekerasan fisik terhadap korban," lanjut keterangan video tersebut.

Saat dikonfirmasi, Kasi Humas Polresta Sleman AKP Salamun menyampaikan bahwa kepolisian langsung bergerak melakukan penyelidikan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun kepolisian, peristiwa terjadi sekitar pukul 13.30 WIB. Korban berinisial CF, seorang mahasiswi. Kala itu, ia memesan layanan Maxim roda empat untuk menuju tempat kosnya. Setibanya di lokasi tujuan, terjadi ketidaksepakatan terkait uang kembalian karena pengemudi disebut tidak memiliki uang pas.

Korban kemudian menawarkan pembayaran non-tunai melalui transfer atau QRIS, namun tawaran tersebut ditolak oleh pengemudi. Perbedaan pendapat itu kemudian berkembang menjadi cekcok di lokasi kejadian.

"Situasi memanas saat korban merekam kejadian tersebut menggunakan telepon genggam, yang diduga memicu emosi pengemudi hingga melakukan perbuatan tidak menyenangkan. Korban sempat berteriak meminta pertolongan sehingga warga sekitar berdatangan, sementara pengemudi meninggalkan lokasi kejadian," kata AKP Salamun dalam keterangannya, Rabu (3/2/2026).

AKP Salamun menjelaskan, Polsek Gamping yang dipimpin Pawas IPTU AF bersama piket fungsi dan Kepala SPKT telah melakukan olah TKP serta mengumpulkan keterangan dari korban dan sejumlah saksi mata. Selain itu, rekaman CCTV di sekitar Jalan Ali Maksum juga disisir untuk memperkuat rangkaian peristiwa.

"Penanganan perkara ini akan dilakukan secara profesional, objektif, dan sesuai ketentuan hukum yang berlaku," ungkapnya.

Masyarakat juga diimbau agar tetap tenang dan tidak menyebarkan asumsi yang belum terverifikasi.

"Kami meminta masyarakat menyerahkan sepenuhnya proses penanganan kepada pihak kepolisian agar fakta yang sebenarnya dapat terungkap secara jelas dan berimbang," ujarnya.

Read Entire Article
Politics | | | |