Waspada, AS Kerahkan Operasi Kontra-Sentimen Anti-Amerika di Seluruh Dunia

8 hours ago 8

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Pemerintahan Presiden Donald Trump di Amerika Serikat (AS) tampaknya mulai terganggu oleh sentimen negatif akibat perang sepihaknya terhadap Republik Islam Iran. Mereka kini mengarahkan kedutaan besar dan konsulat di seluruh dunia untuk melawan apa yang diklaim sebagai 'permusuhan' asing. Upaya itu melibatkan unit operasi psikologis militer.

AS juga mulai merekrut tokoh, influencer, pemimpin komunitas, dan akademisi di setiap negara tempatan para dubes. Tugasnya adalah mengendalikan opini publik setempat agar melihat AS sebagai negara yang tak tercela. Platform X milik Elon Musk menjadi arena utama kampanye 'melawan propaganda anti-Amerika' tersebut.

Dilaporkan The Guardian pada Selasa, 31 Maret 2026, sebuah telegram yang ditandatangani oleh Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio menunjukkan, staf harus bekerja sama dengan unit operasi psikologis Pentagon untuk upaya tersebut. Telegram yang ditandatangani pada Senin (30/03), juga menjabarkan serangkaian instruksi menyeluruh bagaimana staf kedutaan harus melawan pelemahan kepentingan Amerika di luar negeri.

Untuk diketahui, Amerika Serikat bersekutu dengan zionis Israel untuk menyerang Iran mulai akhir Februari hingga sekarang. Serangan yang membunuh para pemimpin Iran, anak-anak, dan warga sipil tersebut membuat AS dan Israel dikecam oleh masyarakat dunia. Jajak pendapat di X menyebut Israel sebagai negara paling dibenci di seluruh dunia.

“Kampanye-kampanye (anti AS) ini berupaya mengalihkan kesalahan kepada Amerika Serikat, menabur perpecahan di antara sekutu, mempromosikan pandangan dunia alternatif yang bertentangan dengan kepentingan Amerika, dan bahkan merusak kepentingan ekonomi dan kebebasan politik Amerika,” demikian bunyi dokumen tersebut yang dikutip The Guardian.

Dalam telegram itu, AS menganggap sentimen anti AS dan Israel disengaja dan bukan karena perang ilegal yang sedang dilancarkan mereka terhadap Iran. "Dengan menggunakan platform digital, media yang dikendalikan negara, dan operasi pengaruh, mereka menimbulkan ancaman langsung terhadap keamanan nasional AS dan memicu permusuhan terhadap kepentingan Amerika.”

Menurut the Guardian, pemerintah AS selama beberapa dekade telah mengoperasikan salah satu aparatus disinformasi negara yang paling canggih dan produktif di dunia. Alat itu terutama untuk melawan operasi pengaruh Rusia dan Tiongkok yang diklaim terus menargetkan sekutu Amerika di seluruh Eropa, Asia, dan Amerika Latin.

Kembali ke Rubio, telegram tersebut menginstruksikan kedutaan dan konsulat untuk mengejar lima tujuan utama. Pertama, melawan pesan-pesan yang bernada bermusuhan dengan AS, memperluas akses informasi, mengungkap perilaku musuh AS, mengangkat suara-suara lokal yang mendukung kepentingan Amerika, dan mempromosikan apa yang disebutnya sebagai “menceritakan kisah Amerika”.

Kedutaan diminta merekrut tokoh berpengaruh lokal, akademisi, dan pemimpin komunitas di luar negeri untuk menyampaikan pesan kontra-propaganda. Itu adalah sebuah pendekatan yang dirancang untuk membuat narasi yang didanai Amerika itu terasa lebih alami atau organik, dan seakan bukan diarahkan secara terpusat.

Read Entire Article
Politics | | | |