REPUBLIKA.CO.ID,TANGERANG — Layanan MyBCA on smartwatch telah digunakan sekitar 90.000 nasabah sejak diluncurkan pada November 2025. Sementara fitur Pocket Rupiah yang hadir pada Desember 2025 telah dimanfaatkan 40.000 nasabah dengan total 70.000 kantong dana.
SVP Transaction Banking Product Development BCA Fera Agustina menyampaikan, tingginya adopsi MyBCA smartwatch mencerminkan perubahan perilaku nasabah yang semakin terbiasa dengan layanan perbankan berbasis teknologi wearable.
“Kita launching MyBCA on smartwatch sekitar bulan November. So far sih dari beberapa bulan kita launch, dari bulan November, minat masyarakat cukup bagus ya. Sampai sekarang ini mungkin sekitar 90.000 nasabah sudah pakai layanan untuk MyBCA smartwatch ini,” ujar Fera dalam sesi Mini Studio BCA di ICE BSD Tangerang, Sabtu (7/2/2026).
Ia menjelaskan, kehadiran MyBCA di smartwatch merupakan upaya BCA menjawab kebutuhan nasabah yang menginginkan akses perbankan lebih praktis dan fleksibel.
“MyBCA yang tadinya hanya ada di smartphone dihadirkan di smartwatch. Karena memang kita berusaha menjawab kebutuhan masyarakat saat ini,” katanya.
Dari sisi layanan, MyBCA smartwatch tidak hanya menyediakan fitur nonfinansial, tetapi juga transaksi seperti cek saldo, mutasi rekening, atau transaksi finansial seperti tarik cash tanpa kartu. Bahkan, sambung Fera, juga bisa melakukan transaksi QRIS.
Selain smartwatch, BCA juga mencatat pertumbuhan penggunaan Pocket Rupiah sebagai fitur pengelolaan keuangan. Sejak diluncurkan pada Desember 2025, jumlah pengguna terus bertambah.
“Dari bulan Desember sampai dengan saat ini, baru kan mungkin sekitar satu bulan lebih ya, itu penggunanya kita sudah sekitar 40.000 orang yang buka pocket, tapi jumlah pocket-nya sendiri lumayan sekitar 70.000,” ungkap Fera.
Menurut dia, Pocket Rupiah hadir seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap perencanaan dan pengelolaan keuangan. Untuk menjaga komitmen menabung, Pocket Rupiah dilengkapi fitur Money Lock. “L
“Pocket-nya itu atau kantongnya itu dikunci. Kalau sudah dikunci, dananya tidak bisa dikeluarkan,” kata Fera.
Ia menambahkan, pembukaan kunci dana dibuat tidak instan agar nasabah lebih disiplin. “Kalau dia buka, dia harus pergi ke ATM kita atau ke cabang BCA kita. Berarti memang secara dari sisi BCA membuat supaya lock ini agak susah, supaya orang-orang lebih komit lagi untuk menabung,” jelasnya..
Selain membantu pengelolaan keuangan, fitur tersebut juga dinilai memberi perlindungan tambahan dari potensi penipuan. “Kalau kita sudah lock, kita walaupun disuruh transfer atau apa, itu enggak bisa. Karena kalau mau transfer dia harus buka dulu,” kata Fera.
Ke depan, Fera menegaskan pengembangan MyBCA tetap mengedepankan personalisasi dan keamanan. “Security keamanan itu sudah menjadi prioritas utama. Dari dulu sampai sekarang, setiap solusi digital yang kita hadirkan itu harus aman,” ujarnya.

3 hours ago
3














































