Aceh Tamiang Diselimuti Partikel Debu Pascabencana Banjir Bandang, Kasus ISPA Melonjak

3 hours ago 6

Warga berjalan dengan menutup hidung di Jalan Lintas Sumatera, Karang Baru, Aceh Tamiang, Aceh, Jumat (20/2/2026). Dinas Kesehatan Pemkab Aceh Tamiang mencatat secara kumulatif, sejak 2 Desember 2025 hingga 19 Februari 2026 terdapat 14.143 kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) akibat tingginya partikel debu dari endapan lumpur yang mengering pascabencana alam banjir bandang. (FOTO : ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)

Pengendara becak motor menggunakan masker saat menunggu penumpang di kawasan Simpang Empat Rantau, Aceh Tamiang, Aceh, Jumat (20/2/2026). Dinas Kesehatan Pemkab Aceh Tamiang mencatat secara kumulatif, sejak 2 Desember 2025 hingga 19 Februari 2026 terdapat 14.143 kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) akibat tingginya partikel debu dari endapan lumpur yang mengering pascabencana alam banjir bandang. (FOTO : ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)

Partikel debu yang menempel di jari tangan di kawasan Simpang Empat Rantau, Aceh Tamiang, Aceh, Jumat (20/2/2026). Dinas Kesehatan Pemkab Aceh Tamiang mencatat secara kumulatif, sejak 2 Desember 2025 hingga 19 Februari 2026 terdapat 14.143 kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) akibat tingginya partikel debu dari endapan lumpur yang mengering pascabencana alam banjir bandang. (FOTO : ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)

Pengendara sepeda motor menggunakan masker saat melintas di Jalan Lintas Sumatera, Karang Baru, Aceh Tamiang, Aceh, Jumat (20/2/2026). Dinas Kesehatan Pemkab Aceh Tamiang mencatat secara kumulatif, sejak 2 Desember 2025 hingga 19 Februari 2026 terdapat 14.143 kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) akibat tingginya partikel debu dari endapan lumpur yang mengering pascabencana alam banjir bandang. (FOTO : ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)

inline

REPUBLIKA.CO.ID, ACEH TAMIANG -- Pengendara sepeda motor terlihat menggunakan masker saat melintas di Jalan Lintas Sumatera, Karang Baru, Aceh Tamiang, Jumat (20/2/2026).

Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Tamiang mencatat sejak 2 Desember 2025 hingga 19 Februari 2026 sebanyak 14.143 kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) terjadi di wilayah itu. Lonjakan kasus diduga dipicu tingginya partikel debu dari endapan lumpur yang mengering pascabencana banjir bandang.

Pihak Dinas Kesehatan mengimbau masyarakat untuk tetap menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah dan menjaga kebersihan lingkungan guna meminimalkan risiko ISPA.

sumber : Antara Foto

Read Entire Article
Politics | | | |