REPUBLIKA.CO.ID,GAZA — Gerakan Perlawanan Islam di Palestina, Hamas, mengeluarkan pernyataan resmi yang menuntut penghentian agresi secara total, pencabutan blokade di Jalur Gaza, serta jaminan penuh atas hak-hak nasional rakyat Palestina. Tuntutan ini mencakup hak atas kebebasan dan penentuan nasib sendiri.
Pernyataan tersebut dirilis sebagai respons atas penyelenggaraan sesi Dewan Perdamaian (Board of Peace) mengenai Gaza yang diadakan di Amerika Serikat (AS). Pertemuan yang dipimpin langsung Presiden AS Donald Trump tersebut menghadirkan para pemimpin internasional dan perwakilannya untuk membahas masa depan Gaza.
Hamas menegaskan, penyelenggaraan pertemuan tersebut berlangsung di tengah berlanjutnya pelanggaran dan serangan Israel terhadap kesepakatan gencatan senjata. Untuk itu, Hamas mewajibkan komunitas internasional dan anggota dewan yang hadir untuk mengambil langkah praktis guna memaksa Israel menghentikan agresi, membuka pintu perlintasan, mengizinkan bantuan kemanusiaan tanpa batas, dan segera memulai upaya rekonstruksi.
Hamas juga menyerukan kepada pihak-pihak internasional dan mediator untuk memikul tanggung jawab dalam memastikan implementasi langkah-langkah yang telah disepakati. Hal ini termasuk mencegah Israel menghalangi kewajiban kemanusiaan dan politik, serta bekerja secara serius untuk membangun gencatan senjata permanen.
"Upaya internasional yang tulus untuk menstabilkan Gaza harus mengatasi akar penyebab krisis, yakni pendudukan Israel, serta mengakhiri kebijakan agresifnya," tulis pernyataan Hamas.
Dana rekonstruksi 10 miliar dolar AS
Pertemuan perdana Dewan Perdamaian di Washington turut dihadiri oleh Ali Shaath, Kepala Komite Teknokrat Palestina yang mengelola urusan Gaza. Dalam pidato pembukaannya, Presiden Trump mendeskripsikan situasi di Gaza sebagai hal yang "kompleks namun menunjukkan kemajuan luar biasa."
Dalam kesempatan tersebut, Trump mengumumkan bahwa Amerika Serikat akan menyumbangkan dana sebesar 10 miliar dolar AS untuk rekonstruksi Gaza. Ia menyebut angka tersebut sangat kecil dibandingkan dengan biaya keseluruhan perang, yang ia ibaratkan setara dengan "biaya pertempuran selama dua pekan."
sumber : Antara

2 hours ago
4















































