AS Ngebet Caplok Greenland, Politisi Senior Jerman Serukan Boikot Piala Dunia 2026

2 hours ago 2

loading...

AS Ngebet Caplok Greenland, Politisi Senior Jerman Serukan Boikot Piala Dunia 2026

Seorang politisi senior Jerman melontarkan wacana boikot Piala Dunia 2026 sebagai bentuk tekanan politik apabila eskalasi ketegangan internasional terus berlanjut. Pernyataan itu disampaikan Jürgen Hardt, politisi Partai Uni Demokrat Kristen (CDU), dalam wawancara dengan surat kabar Jerman, BILD, yang dikutip MSN News, Selasa (20/1).

Hardt menanggapi isu memanasnya hubungan internasional menyusul pernyataan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, terkait rencana pengambilalihan Greenland. Menurutnya, dunia olahraga tidak sepenuhnya terlepas dari dinamika geopolitik, sehingga opsi boikot bisa dipertimbangkan sebagai bentuk tekanan moral.

Meski demikian, Hardt menegaskan langkah tersebut hanya akan diambil dalam situasi yang sangat ekstrem. Ia menekankan bahwa Jerman tetap mengedepankan jalur diplomasi dan berharap ketegangan yang terjadi dapat diselesaikan melalui dialog antarnegara.

Baca Juga: 5 Fakta Menarik Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Messi-Ronaldo

Wacana ini menjadikan Hardt sebagai politisi terkemuka pertama di Jerman yang secara terbuka mengangkat kemungkinan tim nasional asuhan Julian Nagelsmann tidak ambil bagian di Piala Dunia 2026. Sebagai juru bicara kebijakan luar negeri fraksi CDU/CSU di parlemen, ia menyebut ancaman penarikan diri dari turnamen hanya akan dijadikan opsi terakhir untuk “menyadarkan” Presiden Trump terkait isu Greenland.

Piala Dunia 2026 sendiri dijadwalkan berlangsung pada 11 Juli hingga 19 Juli 2026 dan akan digelar di 16 kota yang tersebar di tiga negara tuan rumah, yakni Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.

Jerman bukan satu-satunya negara yang menyoroti partisipasi di Piala Dunia 2026 dalam konteks situasi politik global. Sejumlah pejabat pemerintah Spanyol juga dikabarkan menyuarakan kemungkinan serupa, sebagai respons atas meningkatnya ketegangan di panggung internasional.

(sto)

Read Entire Article
Politics | | | |