Astra Infra Selektif Pilih Proyek Infrastruktur untuk Ekspansi, Ini Alasannya

1 hour ago 4

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Astra Infra membuka peluang untuk memperluas investasi di sektor infrastruktur Indonesia. Group Chief Financial Officer (CFO) Astra Infra Halim Wahjana mengatakan kebutuhan infrastruktur Indonesia masih besar sehingga kolaborasi antara pemerintah dan swasta tetap diperlukan.

"Memang ini pertanyaan yang sangat menarik ya, bagaimana kondisi untuk infrastruktur di Indonesia itu masih banyak yang diperlukan," ujar Halim saat Astra Media Day 2026 di Menara Astra, Jakarta, Rabu (23/9/2026).

Halim menegaskan komitmen Astra Infra untuk berkontribusi dalam pembangunan infrastruktur bersama pemerintah. Namun, Halim menilai pengembangan setiap proyek harus melalui sejumlah pertimbangan, mulai dari iklim investasi, aspek finansial dan teknikal, hingga lingkungan serta potensi pengembangan aset.

"Kami tentu berminat sekali untuk berkontribusi, membangun bersama-sama dengan pemerintah yang memiliki kebutuhan infrastruktur di Indonesia," ucap Halim.

Halim menjelaskan ekspansi menjadi salah satu strategi Astra Infra dalam mengembangkan bisnis. Halim menyebut pemilihan aset tidak hanya mempertimbangkan peluang investasi secara umum, tetapi juga harus memiliki konektivitas dengan strategi dan aset yang telah dimiliki perusahaan.

"Harapannya dengan kondisi aset yang ada sekarang ini, kami melihat potensi menambahkan income yang sangat memungkinkan, kemudian setelah ekspansi itu menjadi salah satu strategi Astra Infra," ungkap Halim.

Halim menyebut iklim investasi menjadi salah satu kriteria utama yang diperhatikan Astra Infra dalam menilai proyek infrastruktur. Perusahaan, lanjut Halim, secara berkala melakukan peninjauan sekaligus berkomunikasi dengan pemerintah terkait kondisi dan kebijakan yang mendukung pembangunan infrastruktur.

Selain aspek finansial, sambung Halim, proses kajian juga mencakup aspek teknikal dan lingkungan. Bagi dia, Astra Infra turut mempertimbangkan struktur aset agar penambahan portofolio tidak sekadar memperbanyak jumlah aset, tetapi memberikan nilai bagi perusahaan.

"Bukan hanya dari sisi finansial, tapi juga dari sisi teknikal, dari sisi lingkungan, dan juga struktur yang kami jaga," sambung Halim.

Halim menekankan pentingnya kemampuan perusahaan dalam mengembangkan aset yang dipilih. Ia ingin memastikan aset yang diinvestasikan memiliki ruang untuk ditingkatkan efisiensinya dan dikembangkan secara optimal.

"Saya rasa yang paling penting bagaimana pada waktu pemilihan aset tersebut, kami yakin aset ini bisa kami kembangkan, kita bisa lebih efisienkan," kata Halim.

Astra Infra berkomitmen terus bertumbuh dan berkontribusi dalam memperkuat konektivitas serta pembangunan infrastruktur di Indonesia menuju usia 34 tahun pada Oktober 2026. Di sektor jalan tol, Astra Infra mengelola total 396 kilometer jalan tol yang setara dengan sekitar 30 persen dari total ruas Tol Trans Jawa.

Delapan ruas yang dikelola Astra Infra yaitu Ruas Tol Tangerang–Merak, Cikopo–Palimanan, Jombang–Mojokerto, Kunciran–Serpong, Kebon Jeruk–Ulujami, Semarang–Solo, Surabaya–Mojokerto, dan Pandaan–Malang. Astra Infra juga memperluas peran pada sektor pelabuhan dan infrastruktur logistik melalui Astra Infra Port Eastkal, serta sektor layanan infrastruktur melalui Astra Infra Solutions dan Resta Pendopo KM 456.

Read Entire Article
Politics | | | |