Sebuah truk yang mengangkut alat berat tersangkut di jembatan penyeberangan orang (JPO) di Jalan Tendean, Jakarta, Selasa (14/7/2026). Insiden yang terjadi sekitar pukul 01.00 WIB tersebut menyebabkan JPO mengalami kerusakan parah sehingga tidak dapat digunakan. Hingga pukul 10 pagi proses evakuasi truk dan JPO belum dilakukan karena memerlukan peralatan khusus. Akibat kejadian tersebut, arus lalu lintas di sekitar lokasi sempat mengalami kemacetan dan akses JPO ditutup sementara demi keselamatan masyarakat.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memastikan bakal membangun ulang jembatan penyeberangan orang (JPO) di Jalan Kapten Tendean yang rusak ditabrak truk yang mengangkut crane. Namun, pembangunan itu tidak akan dilakukan menggunakan APBD DKI Jakarta.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengaku telah menginstruksikan jajarannya untuk segera membahas pembangunan JPO di Jalan Kapten Tendean. Pasalnya, keberadaan JPO itu dinilai sangat dibutuhkan untuk mobilitas masyarakat.
"Saya sudah minta untuk diagendakan minggu depan ini rapat khusus mengenai JPO Tendean," kata dia di Ciracas, Jakarta Timur, Kamis (16/7/2026).
Meski begitu, pembangunan ulang JPO itu tidak akan menggunakan APBD DKI Jakarta. Pasalnya, saat ini belum ada anggaran yang disiapkan untuk pembangunan JPO, sehingga proses penganggarannya bakal membutuhkan waktu. Sementara kebutuhan JPO di kawasan itu cukup mendesak.
"Bagaimana pembangunannya? Kalau melalui anggaran, butuh waktu lama sekali. Karena untuk APBD, enggak mungkin. Harus di APBD Perubahan. Menurut saya juga akan lama," kata dia.
Karena itu, Pramono mengungkapkan, pihaknya akan mencari skema pembiayaan lain untuk membangun JPO di Jalan Kapten Tendean. Beberapa upaya yang akan dilakukan adalah meminta perusahaan swasta memberikan CSR atau menjalin strategic partnership dengan pihak lain.
"Maka saya akan mencari solusi apakah bisa melalui forum CSR, atau melakukan strategic partner dengan salah satu perusahaan yang kemudian naming right-nya akan mereka gunakan, atau melalui KLB atau SP3L. Jadi pada prinsipnya, enggak boleh terlalu lama untuk tidak dibangun karena tempat itu merupakan tempat yang strategis," ujar dia.
Sebelumnya, JPO di Jalan Kapten Tendean dilaporkan ditabrak truk yang mengangkut crane pada Selasa (14/7/2026) dini hari. Akibatnya, JPO itu mengalami kerusakan dan harus dibongkar.

1 week ago
35

















































