Bantah Isu Es Gabus Terbuat dari Spons, Pedagang: Bahannya Dipastikan Aman

2 hours ago 2

REPUBLIKA.CO.ID, DEPOK -- Keberadaan es gabus belakangan menjadi perhatian publik. Pasalnya, terdapat aparat yang menuduh seorang pedagang es gabus bahwa makanan itu terbuat dari spons dan tidak layak dikonsumsi. Namun, tuduhan itu belakangan terbantahkan setelah polisi melakukan pengujian.

Republika mencoba mendatangi salah satu toko yang menjual es gabus di Kecamatan Cilodong, Kota Depok, Rabu (28/1/2026). Di toko bernama King 84 Durian itu, terdapat berbagai jajanan dijual, termasuk es gabus.

Kepala Toko King 84 Durian, Puji (30 tahun), tokonya itu sudah lebih dari setahun terakhir menjual es gabus. Selama itu pula, es gabus yang diproduksi secara mandiri itu banyak diminati pembeli.

"Per minggu kita bisa ngeluarin, berapa? Per minggu 50 sampai 100 lah," kata dia di tokonya, Rabu siang.

Satu boks es gabus berisi 10 buah itu dihargai Rp 13 ribu. Artinya, dalam sepekan, tokonya itu bisa menjual 500-1.000 buah es gabus.

Menurut dia, pembeli yang belanja di tokonya ada yang menjual kembali es gabus itu. Namun, sebagian dari mereka juga mengonsumsi es gabus itu sendiri atau bersama keluarganya. 

Puji memastikan, es gabus yang dijualnya itu terbuat dari bahan yang aman. Es gabus itu dibuat dari bahan tepung hunkwe. Tidak ada sama sekali bahan untuk membuat spons untuk memproduksi es gabus.

"Aman, kalau aman," kata dia.

Ia mengakui, es gabus yang diproduksinya belum memiliki izin edar dari BPOM. Namun, pihaknya masih memproses perizinan itu untuk memastikan es gabus miliknya benar-benar aman.

"Lagi diproses ke bagian perizinan, BPOM ya. Diproses, paling tahun-tahun ini sih. Karena emang urus perizinan tuh agak lama untuk yang sertifikat halalnya itu. Karena ini barang baru kita," kata dia.

Ihwal peristiwa viral yang menimpa pedagang es gabus, Suderajat (50 tahun), Puji mengaku prihatin atas hal tersebut. Pasalnya, peristiwa itu sangat merugikan pedagang kecil. 

Menurut dia, semestinya aparat dapat melakukan pemeriksaan terlebih dahulu sebelum melakukan tindakan. Pasalnya, tidakan yang dilakukan tanpa pengecekan hanya akan merugikan pihak tertentu. 

"Harusnya sih lebih dicek dulu sebelum apa ya, mengambil tindakan. Kayak kemarin kan kasihan bapak-bapaknya, jadi menderitalah kasihan gitu merugikan orang. Padahal dia kan cuma nyari rezeki gitu untuk keluarganya, sampai digituin, kasihan sih," kata dia. 

Ia pun meyakini, tidak mungkin seorang pedagang es gabus memproduksi barang dagangannya dari bahan spons. Ia menilai, setiap es gabus pasti terbuat dari bahan hunkwe.

"Memang pakai pewarna, tapi pewarna makanan, biar menarik anak kecil," kata dia.

Meski begitu, ia memastikan bahwa semua bahan yang digunakan untuk membuat es gabus itu aman. Apabila tidak aman, penjualan es gabus yang sudah ada sejak lama itu dinilai tidak akan bertahan hingga sekaran.

"100 persen aman, dijamin. Boleh dicoba di lab lah gitu, bisa dicek benar nggak-nya. Aman," kata dia.

Read Entire Article
Politics | | | |