REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Kesadaran masyarakat terhadap penyakit ginjal dinilai masih perlu ditingkatkan. Banyak kasus gangguan ginjal baru terdeteksi setelah memasuki tahap lanjut karena gejalanya kerap tidak disadari sejak awal.
Deteksi dini dan pemantauan kesehatan secara berkala menjadi langkah penting untuk mencegah komplikasi penyakit ginjal. Edukasi medis dan literasi kesehatan dinilai berperan besar dalam mendorong masyarakat lebih proaktif memeriksa kondisi kesehatannya.
Untuk meningkatkan kesadaran rerkait hal itu, PT Prodia Widyahusada Tbk menggelar seminar kesehatan untuk memperingati World Kidney Day 2026. Kegiatan bertajuk “Hidup Optimal dengan Ginjal Sehat: Strategi Medis, Gaya Hidup, dan Pemantauan Jangka Panjang” ini berlangsung pada Ahad (8/3/2026) di Jakarta dan dihadiri sekitar 50 peserta dari lima komunitas kesehatan ginjal.
Seminar ini menghadirkan dua narasumber yaitu Lydia Dorothea Simatupang, Sp.PD, Subsp. G.H. (K), FINASIM serta Bena Zaira, S.Si., M.Farm.Klin., Product Specialist Prodia. Keduanya membahas strategi medis, gaya hidup sehat, serta pentingnya pemantauan kesehatan ginjal secara berkelanjutan.
Dalam pemaparannya, Lydia menjelaskan bahwa transplantasi ginjal menjadi salah satu terapi pengganti ginjal bagi pasien dengan gagal ginjal kronis stadium akhir. Terapi ini dapat meningkatkan kualitas hidup pasien jika pengelolaan jangka panjang dilakukan secara konsisten.
Menurut Lydia, keberhasilan transplantasi tidak hanya bergantung pada prosedur medis, tetapi juga kepatuhan pasien terhadap terapi imunosupresif serta pengendalian faktor risiko seperti hipertensi dan diabetes. Dukungan tim medis multidisiplin dan keterlibatan keluarga juga berperan penting dalam menjaga fungsi ginjal transplantasi.
Sementara itu, Bena Zaira menyoroti peran pemeriksaan laboratorium dalam memantau kondisi ginjal secara menyeluruh. Berbagai parameter seperti fungsi ginjal, profil lipid, hingga biomarker tambahan dapat membantu dokter mendeteksi potensi komplikasi lebih dini.
“Pemantauan laboratorium secara berkala memungkinkan tenaga medis untuk mengevaluasi kondisi pasien secara lebih komprehensif dan menyesuaikan terapi yang diberikan agar fungsi ginjal tetap optimal,” kata Bena dalam siaran pers, Jumat (13/3/2026).
Selain kegiatan edukasi, Prodia juga memperkenalkan program pemeriksaan ginjal bertajuk ProHealthy Kidney selama Maret 2026. Program ini menyediakan paket pemeriksaan komprehensif yang mencakup parameter seperti kreatinin, Cystatin-C, rasio albumin-kreatinin urin, profil lipid, hingga biomarker tambahan untuk memberikan gambaran lebih lengkap mengenai kondisi kesehatan ginjal.
Melalui kegiatan edukasi dan pemeriksaan tersebut, Prodia berharap masyarakat lebih memahami pentingnya menjaga kesehatan ginjal sejak dini. Kesadaran terhadap faktor risiko seperti konsumsi gula berlebih, hipertensi, diabetes, serta gaya hidup tidak sehat dinilai menjadi kunci dalam mencegah penyakit ginjal kronis.

2 hours ago
3
















































