Program cetak sawah rakyat (CSR) dan optimasi lahan (Oplah) yang dijalankan pemerintah di Kabupaten Merauke terbukti berhasil meningkatkan produksi pangan sekaligus menstabilkan harga beras di tingkat masyarakat.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan Indeks Perkembangan Harga (IPH) beras tetap masih terkendali seiring penguatan cadangan beras pemerintah (CBP) mencapai 5,2 juta ton guna menjaga stabilitas pangan nasional. Sekretaris Utama (Sestama) Bapanas Sarwo Edhy mengatakan dalam analisis yang dilakukan Bapanas, hanya terdapat 55 kabupaten/kota di seluruh Indonesia yang mengalami kenaikan IPH beras sampai awal Juli 2026 dengan kondisi melebihi harga eceran tertinggi (HET) beras medium.
"Selebihnya masih berada di dalam koridor HET beras medium," kata Sarwo dikonfirmasi di Jakarta, Kamis (9/7/2026).
Dia menyampaikan pemerintah terus menjaga stabilitas harga beras melalui implementasi program intervensi dengan stok CBP per 7 Juli 2026 mencapai 5,2 juta ton.
Menurutnya dengan cadangan pangan yang kokoh, produksi terus meningkat, distribusi semakin kuat serta kolaborasi, pemerintah optimis kebutuhan pangan masyarakat tetap terpenuhi dan stabilitas pangan nasional akan tetap terjaga dengan baik.
"Sehingga pemerintah melalui Bapanas meyakini stabilitas harga beras mampu terjaga meskipun musim kemarau atau El Nino," ujar Sarwo.
Dalam catatan Bapanas, sejak Januari total intervensi CBP secara nasional telah mencapai 1,36 juta ton, terdiri dari realisasi penjualan beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) pada Januari dan Februari dengan 221,05 ribu ton. Kemudian SPHP beras pada Maret sampai Juli yang telah 431,6 ribu ton.
Untuk program bantuan pangan alokasi Februari dan Maret telah difinalkan sampai akhir Juni lalu. Realisasinya telah mencapai 33,14 juta keluarga penerima manfaat dengan total beras tersalurkan sebanyak 662,86 ribu ton.
Selebihnya, CBP disalurkan untuk program golongan anggaran ASN di wilayah tertentu 42,43 ribu ton dan bencana alam 11,37 ribu ton.
Selain itu, Bapanas bersama pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan telah melaksanakan lebih dari 5.573 gerakan pangan murah (GPM) di 37 provinsi dan lebih dari 378 kabupaten/kota.
Sebagai kontinuitas program bantuan pangan, pemerintah telah memutuskan program bantuan pangan beras dilaksanakan kembali mulai Juli 2026 ini sebanyak 3 bulan alokasi.
sumber : ANTARA

3 days ago
23









































