Bea Cukai Fasilitasi Pembebasan Cukai Sacramental Wine untuk Keuskupan Agung Merauke

2 hours ago 7

Sebanyak 1.000 L anggur ekaristi difasilitasi untuk mendukung kegiatan ibadah.

REPUBLIKA.CO.ID, MERAUKE - Bea Cukai Merauke memberikan pelayanan pembebasan cukai terhadap minuman mengandung etil alkohol (MMEA) berupa anggur ekaristi (sacramental wine) kepada Keuskupan Agung Merauke, Rabu (8/4/2026). Dalam pelayanan tersebut, sebanyak 1.000 liter anggur ekaristi difasilitasi untuk mendukung kegiatan peribadatan gereja di wilayah Merauke.

Kepala Kantor Bea Cukai Merauke, Isa Ramadhan menjelaskan anggur ekaristi merupakan jenis anggur khusus yang digunakan dalam perayaan sakramen di gereja. Keberadaannya memiliki nilai penting dan tidak tergantikan dalam praktik ibadah.

Dengan adanya fasilitas pembebasan cukai ini, kebutuhan akan anggur ekaristi dapat terpenuhi dengan lebih mudah sehingga pelaksanaan ibadah dapat berlangsung khidmat dan lancar.

Pemberian fasilitas ini merupakan implementasi dari Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 82 Tahun 2024 tentang Tata Cara Pembebasan Cukai. Regulasi tersebut memberikan landasan bagi Bea Cukai untuk mendukung kegiatan keagamaan melalui kebijakan fiskal yang tepat sasaran, termasuk dalam hal pembebasan cukai atas barang-barang tertentu yang digunakan untuk kepentingan ibadah.

Melalui kebijakan ini, Bea Cukai tidak hanya menjalankan fungsi sebagai pengawas dan pengumpul penerimaan negara, tetapi juga berperan dalam memberikan fasilitasi yang berdampak langsung bagi masyarakat. Dukungan terhadap kegiatan keagamaan menjadi salah satu wujud nyata kehadiran negara dalam menjaga kerukunan dan keberlangsungan praktik ibadah di Indonesia.

Ke depan, Bea Cukai Merauke berkomitmen terus memberikan pelayanan yang optimal, transparan, dan akuntabel dalam mendukung berbagai kegiatan masyarakat, termasuk di bidang keagamaan. Dengan sinergi antara pemerintah dan masyarakat, diharapkan setiap kegiatan ibadah dapat berjalan dengan lancar, membawa ketenangan, serta memperkuat nilai-nilai spiritual di tengah kehidupan bermasyarakat.

Read Entire Article
Politics | | | |