Berenang Pakai Lensa Kontak? Ini Risiko Mengerikan yang Mengintai

19 hours ago 5

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bagi pengguna lensa kontak, aktivitas sehari-hari seperti bepergian atau berolahraga sering kali menimbulkan tantangan tersendiri. Salah satu situasi yang kerap dipertanyakan adalah apakah aman berenang dengan lensa kontak? Meskipun banyak orang melakukannya tanpa masalah, ahli mata justru memperingatkan bahwa kebiasaan ini dapat menimbulkan risiko infeksi serius, bahkan kebutaan.

Mengapa renang dengan lensa kontak berbahaya? Menurut ahli, air kolam renang, danau, laut, atau bahkan bak mandi air panas mengandung bakteri, jamur, dan parasit yang dapat menempel pada lensa kontak. "Yang paling mengkhawatirkan adalah keratitis Acanthamoeba, infeksi langka tetapi berpotensi mengancam penglihatan yang dapat menyebabkan rasa sakit parah, ulkus kornea, dan bahkan kebutaan," ujar ahli oftalmologi dan pendiri Kelly Vision, dr James Kelly, dikutip dari laman Huffington Post pada Kamis (3/4/2025).

Beberapa mikroorganisme berbahaya yang sering ditemukan dalam air di antaranya Acanthamoeba (parasit penyebab keratitis), Pseudomonas aeruginosa (bakteri yang dapat menyebabkan infeksi kornea parah), Serratia marcescens (bakteri yang sering menginfeksi mata), dan Adenovirus (virus penyebab konjungtivitis).

Seorang ahli optometri mengatakan dr Thomas J Stokkermans mengatakan lensa kontak bertindak seperti spons yang menyerap organisme dan bahan kimia, kemudian menyimpannya di permukaan mata selama lensa kontak dipakai. "Lensa kontak dan pembersih lensa kontak dapat menyebabkan erosi kecil pada permukaan mata yang memungkinkan mikroorganisme menembus dengan lebih mudah," kata dia.

Ketika mikroba ini menempel pada lensa, mereka dapat menginfeksi kornea, menyebabkan ulkus kornea, jaringan parut, hingga perforasi (bolongnya) bola mata. Jika tidak segera diobati, kondisi ini dapat menyebabkan kehilangan penglihatan permanen.

Salah satu infeksi paling berbahaya akibat berenang dengan lensa kontak adalah keratitis Acanthamoeba. Seorang ahli oftalmologi di New York Eye & Ear Infirmary of Mount Sinai, dr Masako Chen, memperingatkan kadang-kadang pada tahap awal, itu bisa terlihat seperti banyak hal lain, yang membuat diagnosis sulit. "Pasien biasanya datang kepada ketika sudah sangat terlambat setelah mereka melalui beberapa penyedia layanan kesehatan. Anda harus menemukan spesialis kornea yang akrab dengan ini, yang bisa menjadi tantangan bahkan di kota-kota besar dan jauh lebih sulit di daerah pedesaan," ujarnya menjelaskan.

Selain infeksi, berenang dengan lensa kontak juga dapat menyebabkan beberapa hal lain yakni:

1 Perubahan bentuk lensa

Air dapat menyebabkan lensa kontak lunak membengkak dan berubah bentuk. Dokter mata dan pendiri Pacific Vision Institute, dr Ella Faktorovich, mengatakan air dapat menyebabkan lensa kontak berubah bentuk yang dapat menyebabkan lensa menempel pada mata dan menyebabkan abrasi serta iritasi kornea.

2. Iritasi kimia dari klorin

Klorin dan bromin dalam kolam renang dapat meresap ke dalam lensa kontak dan mengiritasi mata. "Ketika disinfektan ini berikatan dengan nitrogen dalam keringat dan urine, produk sampingan seperti trikloramin terbentuk. Zat ini adalah penyebab umum iritasi mata, terutama saat memakai lensa kontak," ujar dr Stokkermans.

3. Lensa kontak lepas atau hilang

Dr Kelly mengatakan air yang mengandung klorin atau air asin dapat menyebabkan lensa mengapung keluar dari mata Anda. Ini terutama berlaku untuk lensa kontak keras seperti lensa gas permeabel (RGP) dan lensa skleral.

Pertanyaannya kemudian, apakah kacamata renang cukup melindungi? Sebuah penelitian pada 2011 menunjukkan bahwa kacamata renang yang rapat dapat mengurangi risiko infeksi. Namun, para ahli tetap menyarankan untuk tidak memakai lensa kontak saat berenang karena air masih bisa bocor ke dalam kacamata renang dan kontaminasi yang terperangkap di bawah lensa tetap berisiko. Jika terpaksa memakai lensa kontak, pilih yang sekali pakai dan segera buang setelah berenang. 

Read Entire Article
Politics | | | |