Sejumlah murid SD Negeri 1 Tualang Cut menyantap menu makan bergizi gratis (MBG) di Manyak Payed, Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, Senin (26/1/2026). Sebanyak 324 orang siswa di sekolah tersebut kembali menikmati menu makan bergizi gratis (MBG) yang sempat terhenti akibat bencana banjir bandang.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan program Makan Bergizi Gratis (MBG) memiliki andil dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2025 sebesar 5,12 persen dan pertumbuhan ekonomi kuartal IV 2025 sebesar 5,39 persen. Amalia mengatakan BPS mencatat seluruh aktivitas yang ada dalam perekonomian Indonesia BPS, termasuk aktivitas ekonomi yang tercipta akibat program makan bergizi gratis.
"Karena untuk program makan bergizi gratis ini akan tercatat baik dari sisi pengeluaran maupun dari sisi lapangan usaha," ujar Amalia dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (5/2/2026).
Amalia mengatakan program MBG pun program MBG memberikan nilai tambah di beberapa sektor dari sisi penciptaan lapangan usah dan lapangan kerja, termasuk untuk penyediaan makanan dan minuman. Kendati begitu, Amalia tidak memerinci besaran kontribusi program MBG terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
"(MBG) ini terekam dalam data pertumbuhan ekonomi kami," sambung Amalia.
Amalia menjelaskan motor penggerak pertumbuhan ekonomi sepanjang 2025 dan kuartal IV 2025 terletak pada sisi pengeluaran dan sisi produksi. Amalia mengatakan sumber pertumbuhan dari sisi produksi yang paling besar berasal dari industri pengolahan yang tumbuh 5,40 persen.
"Perdagangan yang share-nya juga relatif besar 13,24 persen, tumbuhnya juga relatif tinggi 6,07 persen. Bahkan kalau kita perhatikan, untuk pertanian, ini tumbuhnya relatif tinggi di kuartal Iv sebesar 5,14 persen," lanjut Amalia.
Amalia menyampaikan sektor pertanian juga ditopang produksi tanaman pangan yang meningkat, pun peningkatan produksi sektor peternakan hingga perikanan. Amalia mengatakan peningkatan konsumsi rumah tangga di atas lima persen mendongkrak pertumbuhan ekonomi kuartal IV 2025.
"Kita tahu konsumsi rumah tangga ini kan share-nya terhadap PDB pengeluaran mencapai 53,63 persen. Jadi ini yang menjadi driver pertama dari sisi pengeluaran," ucap Amalia.
Amalia juga menyinggung andil pertumbuhan investasi sebesar 6,12 persen dan berkontribusi sepertiga dari PDB. Dia menyebut peningkatan investasi menjadi faktor lain dalam mengerek pertumbuhan ekonomi kuartal IV 2025.

2 hours ago
4















































