Siswa SD di NTT Tewas Bunuh Diri, Orang Tuanya tak Masuk Daftar Penerima Bansos Pemerintah

2 hours ago 4

Surat yang ditinggalkan YBR di lokasi kejadian di Desa Batajawa, Kabupaten Ngada, NTT.

REPUBLIKA.CO.ID,KUPANG — Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Melki Laka Lena, mengatakan, keluarga dari pelajar sekolah dasar (SD) yang tewas karena bunuh diri di Kabupaten Ngada tak masuk dalam keluarga yang menerima bantuan sosial dari pemerintah.

“Ini saya tahu ternyata data kependudukannya tidak ditopang. Dia pindah dari Nagekeo ke Jerebuu ternyata adminduk dia belum diamankan,” kata dia di Kupang, Rabu (4/2/2026).

Hal tersebut disampaikan ketika ditanya terkait orang tua korban yang tidak terdaftar dalam daftar warga penerima bantuan sosial dari pemerintah. Ia meminta agar pemerintah setempat segera membereskan hal tersebut, karena hal ini hanya menyangkut selembar kertas.

“Ini kan cuman soal kertas selembar. Segera bereskan! Yang begini-begini kan seharusnya tidak terjadi,” tambah dia.

Lokasi kematian bocah YBR di Desa Batajawa, Kabupaten Ngada, NTT. (Dok Republika)

Gubernur mengaku tidak ingin menyalahkan siapa pun yang menjadi penyebab orang tua korban tidak menerima bantuan. Ia berharap kejadian serupa tidak terjadi lagi di kemudian hari.

Dia pun memerintahkan agar semua kepala daerah, tidak hanya di Kabupaten Ngada,  benar-benar mendata keluarga miskin yang layak menerima bantuan sosial.

Ia mengatakan, pemerintah daerah juga sudah berdiskusi, akan membangun rumah layak huni bagi orang tua korban dan memberikan bantuan materil lainnya.

sumber : Antara

Read Entire Article
Politics | | | |