China Klaim Miliki AI Terbaik untuk Rancang Material Baru, Ilmuwan Dunia Soroti Terobosannya

13 hours ago 11

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tim peneliti gabungan dari sejumlah lembaga riset terkemuka di China mengumumkan peningkatan model kecerdasan buatan (AI) untuk simulasi atom generasi terbaru, DPA4. Model ini berhasil menempati peringkat pertama dalam penilaian kinerja komprehensif pada Matbench Discovery, salah satu tolok ukur internasional paling berpengaruh dalam bidang penemuan material berbasis AI.

Menurut laporan Beijing Daily pada Kamis (5/6/2026), DPA4 merupakan generasi terbaru dari model atom besar DPA yang dikembangkan untuk mensimulasikan perilaku atom dan memprediksi sifat fisik suatu material. Teknologi ini memungkinkan para ilmuwan melakukan eksperimen virtual dalam skala besar sebelum melakukan uji coba nyata di laboratorium.

Dalam dunia ilmu material, kemampuan memprediksi bagaimana atom berinteraksi menjadi sangat penting karena menentukan sifat suatu bahan, mulai dari daya tahan, konduktivitas listrik, hingga efisiensi penyimpanan energi. Namun simulasi semacam itu selama ini membutuhkan daya komputasi yang sangat besar.

DPA4 menawarkan terobosan pada sisi efisiensi. Li Tiancheng, mahasiswa doktoral Universitas Peking yang menjadi anggota inti tim pengembang, mengatakan model terbaru tersebut mampu mencapai tingkat akurasi yang sama dengan generasi sebelumnya, tetapi dengan efisiensi pelatihan sekitar 10 kali lebih tinggi.

"Terobosan utama DPA4 adalah kemampuannya mempertahankan akurasi tinggi dengan biaya komputasi yang jauh lebih rendah," kata Li.

Matbench Discovery sendiri merupakan papan peringkat internasional yang digunakan komunitas ilmiah untuk mengukur kemampuan model AI dalam menemukan dan merancang material baru. Posisi teratas dalam platform tersebut menunjukkan bahwa DPA4 saat ini menjadi salah satu sistem AI paling kompetitif untuk riset material.

Model ini kini mampu mensimulasikan perubahan energi dan gaya interaksi antaratom pada berbagai jenis material, mulai dari kristal anorganik hingga molekul organik berukuran kecil. Kemampuan tersebut membuka peluang penerapan di berbagai sektor strategis.

Dalam bidang energi, misalnya, DPA4 dapat membantu mempercepat pencarian material baterai yang lebih tahan lama dan berkapasitas lebih besar. Pada industri semikonduktor, teknologi ini dapat digunakan untuk menemukan material baru bagi chip generasi mendatang. Sementara dalam dunia kesehatan, simulasi atom yang lebih akurat berpotensi mempercepat proses penemuan molekul obat.

DPA4 dikembangkan oleh kolaborasi peneliti dari AI for Science Institute (AISI) Beijing, DP Technology, Universitas Peking, serta Institut Fisika Terapan dan Matematika Komputasi. Tim pengembang telah membuka versi akses awal kepada komunitas ilmiah agar para peneliti dapat mulai menguji kemampuan sistem tersebut. Adapun versi sumber terbuka penuh direncanakan akan dirilis pada tahap berikutnya.

sumber : Xinhua

Read Entire Article
Politics | | | |